MAKALAH
PENGEMBANGAN
MEDIA PEMBELAJARAN
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas
pada mata kuliah Media dan Teknologi Pembelajaran PAI
Dosen Pengampu : Yan Yan Nurjani, M.Pd

Disusun
Oleh : Kelompok 4
1. Aam
Abdurahman
2. Galih
Rakasiwi
3. Rini
Rizki
4. Rifa Manar Mufiidah
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA
ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI)
AL-MUSADDADIYAH GARUT
Alhamdulillahi Rabbil’alamin. Puji
syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT. Atas berkat rahmat dan
hidayah-Nya yang dilimpahkan, sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan
makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah
ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi
pembaca.
Selian itu diharapkan makalah ini dapat membantu
menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat
memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini kami mengakui masih banyak
kekurangan karena pengalaman yang kami miliki sangat
kurang. Oleh kerena itu kami harapkan
kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun
untuk kesempurnaan makalah ini.
Garut, November
2016
Penulis
BAB I PENDAHULUAN
BAB II PEMBAHASAN
BAB III PENUTUP
Perkembangan media
teknologi pada jaman modern sekarang sangatlah cepat, bahkan teknologi sekarang
sudah menjadi makanan sehari-hari masyarakat. Dengan teknologi masyarakat telah mendapatkan
informasi apa saja, misalnya surat kabar, audio visual, dan elektronik, tetapi
juga sumber-sumber informasi lainnya yang salah satu diantaranya melalui
jaringan internet.
Adapun bidang yang
terpengaruh besar oleh media teknologi adalah bidang pendidikan. Dengan
sentuhan media teknologi bahkan tercetuslah konsep e-learning. pada dasarnya
pendidikan merupakan suatu proses komunikasi dan informasi dari pendidik kepada
peserta didik yang berisi informasi-informasi pendidikan, yang memiliki
unsur-unsur pendidik sebagai sumber informasi, media sebagai sarana penyedian
ide, gagasan dan materi pendidikan serta peserta didik itu sendiri.
Pemakaian media
pembelajaran dalam proses belajar-mengajar dapat membangkitkan keinginan dan
minat yang baru, dan rangsangan kegiatan belajar dan bahkan membawa
pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Penggunaan media pembelajaran pada
tahap orientasi pembelajaran akan sangat membantu keefektifan proses
pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajaran.
Maka dari itu kelompok
kami dalam makalah ini akan membahas mengenai “PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN”.
1. Apa Itu Media Pembelajaran ?
2. Apa Fungsi Dan Peran Media Pembelajaran ?
3. Bagaimana Pengembangan Media Pembelajaran ?
1. Untuk Mengetahui Media Pembelajaran
2. Untuk Mengetahui Fungsi Dan Peran Media Pembelajaran
3. Untuk Mengetahui Pengembangan Media Pembelajaran.
Makalah ini
memiliki manfaat bagi kita semua. Dimana
dengan adanya makalah ini dapat membantu semua kalangan baik itu pelajar,
mahasiswa dan masyarakat umum dalam memahami pentingnya pengembangan media
pembelajaran guna mencapai tujuan pendidikan yang lebih maju.
Pada makalah ini, akan
dijelaskan hasil kerja kelompok kami dimulai dengan bab pendahuluan. Bab ini
meliputi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penulisan, manfaat
penulisan, sampai terakhir kepada sistematika penulisan. Dilanjutkan dengan bab
ke-dua yaitu pembahasan. Bab ini berisi bahasan mengenai pengembangan media
pembelajaran. Bab ke-tiga merupakan bab penutup dalam makalah ini. Pada bab ini
kami menyimpulkan uraian yang sebelumnya sudah disampaikan.
Secara etimologi, kata
media berasal dari bahasa latin medius, dan merupakan bentuk jamak dari
kata medium yang berarti perantara atau pengantar. Sedangkan dalam
bahasa Arab media diartikan wasaala,yang artinya perantara atau
pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan.
Adapun secara
terminologi (istilah),beberapa tokoh mengemukakan pengertian media pembelajaran
sebagai berikut :
Martin dan Briggs
(1986), mengatakan bahwa media pembelajaran mencakup semua sumber yang
diperlukan untuk melakukankomunikasi dengan si belajar. Hal ini bisa berupa
perangkat keras atau perangkat lunak yang digunakan pada perangkat keras.
Sedangkan menurut Hamalik (1994), media pemebelajaran adalah segala sesuatu
yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga
dapat merangsang perhatian, minat, fikiran, dan perasaan si pembelajar dalam
kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pemebelajaran tertentu.
Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka dapat disimpulkan bahwa media
pembelajaran adalah alat yang dapat membantu proses belajar mengajar dan
berfungi untuk memperjelas makna pesan yang disampaikan, sehingga dapat
mencapai tujuan pendidikan atau pemebelajaran dengan efektif dan efisien
Menurut Kemp dan Dayton
(1985: 28), media pembelajaran dapat memenuhi tiga fungsi utama apabila media
itu digunakan untuk perorangan, kelompok, atau kelompok yang besar jumlahnya,
yaitu :
-
Memotivasi minat dan tindakan, dima media
pembelajaran dapat direalisasikan dengan teknik drma atau hiburan.
-
Menyajikan informasi, media pemebelajaran
dapat digunakan dalam rangka penyajian informasi dihadapan sekelompok
siswa. Isi dan bentuk penyajian bersifat sangat umum, berfungsi sebagai
pengantar, ringkasandan laporan atau pengetahuan latar belakang.
-
Memberi intruksi
Peran atau manfaat
praktis dari penggunaan media pembelajaran di dalam proses belajar mengajar,
sebagai berikut :
-
Media pembelajaran dapat memperjelas
penyajian pesan dan informasi, sehingga dapat memperlancar serta meningkatkan
proses dan hasil belajar.
-
Media pembelajaran dapat meningkatkan dan
mengarahkan perhatian anak, sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar,
interaksi yang lebih langsung antara siswa dan lingkungannya, dan kemungkinan
siswa untuk belajar sendiri sendiri sesuai denagn kemampuan dan minatnya.
-
Media pembelajaran dapat mengatasi
keterbatasn indera, ruang, dan waktu.
-
Media pembelajaran dapat memberikan
kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan
mereka, serta memungkinkan terjadinya interaksi langsung dengan guru dan
masyarakat serta lingkungannya, seperti melalui karyawisata,
kunjungan-kunjungan ke mueum atau kebun binatang.
pengembangan media
pembelajaran yang dimaksud adalah suatu usaha penyusunan progam media
pembelajaran yang lebih tertuju pada perencanaan media. Media yang akan
ditampilkan atau digunakan dalam proses belajar mengajar terlebih dahulu
direncanakan dan dirancang sesuai dengan kebutuhan lapangan atau siswanya.
Adapun pengembangan media pembelajar
adalah sebagai berikut :
1.
Media Berbasis Visual
Visualisasi pesan,
informasi, atau konsep yang ingin di sampaikan kepada siswa dapat dikembangkan
dalam berbagai bentuk, seperti foto, gambar/illustrasi, sketsa/gambar garis.
Grafik, bagan, chart, dan gabungan dari dua bentuk atau lebih. Unsur-unsur
visual yang harus dipertimbangkan menurut Kustandi dan Sutjipto (2011 : 104),
adalah :
a.
Kesederhanaan
Secara umum, kesederhanaan itu mengacu pada jumlah elemen yang terkandung
dalam suatu visualisasi. Jumlah elemen yang lebih sedikit memudahkan siswa
menangkap dan memahami pesan yang disajikan visual itu. Pesan atau
informasi,teks yang menyertai bahan visual, penggunaan kata harus dengan huruf
yang mudah dipahami.
b.
Keterpaduan
Keterpaduan mengacu pada hubungan yang terdapat di antara elemen-elemen
visual, ketika diamati akan berfungsi secara bersama-sama. Elemen-elemen itu
harus saling terkait dan menyatu sebagai suatu keseluruhan, sehingga sajian
visual itu merupakan suatu bentuk meyeluruh yang dapat dikenal dan dapat
membantu pemahaman pesan serta informasi yang dikandunnya.
c.
Penekanan.
Meskipun penyajian visual dirancang sesederhana mungkin, namun seringkali
konsep yang ingin disajikan memerlukan penekanan terhadap salah satu unsur yang
akan menjadi pusat perhatian siswa. Dengan menggunakan ukuran,
hubungan-hubungan, persfektif, warna, atau ruang, penekanan dapat diberikan
kepada unsur terpenting.
d.
Keseimbangan
Bentuk atau pola yang dipilih sebaiknya menempati ruang penayangan yang
memberikan persepsi keseimbangan meskipun tidak seluruhnya simetris.
e.
Bentuk
Bentuk yang aneh atau asing bagi siswa, dapat membangkitkan minat dan
perhatian. Oleh karena itu, pemilihan bentuk sebagai unsur visual dalam
penyajian pesan, informasi atau isi pelajaran perlu diperhatikan.
f.
Garis.
Garis digunakan untuk menghubungkan unsur-unsur, sehingga dapat menuntun
perhatian siswa untuk mempelajari suatu urutan-urutan khusus.
g.
Tekstur
Tekstur adalah unsur visual
yang dapat menimbulkan kesan kasar atau halus. Tekstur dapat digunakan untuk
penekanan suatu unsur seperti halnya warna.
h.
Warna.
Warna digunakan untuk
memberikan kesan pemisahan atau penekanan, atau untuk membangun keterpaduan.
2.
Media Berbasis Audio Visual
Media audio visual
merupakan bentuk media pembelajaran yang murah dan terjangkau. Sekali kita
membeli tafe dan peralatan yang murah dan terjangkau mak hampir tidak perlu
lagi biaya tambahan, karena tife dapat dihapus setelah digunakan dan pesan baru dapat diterima kembali.
Disamping menarik dan memotivasi siswa untuk mempelajari materi lebih banyak,
materi audio dapat digunakan :
a.
Mengembangkan keterampilan mendengarkan
dan mengevaluasi apa yang telah didengar.
b.
Mengatur dan mempersiapkan diskusi dan
debat dengan mengungkapkan pendapat-pendapat para ahli yang berada jauh dari
lokasi.
c.
Menjadikan model yang akan ditiru oleh
siswa
d.
Menyiapkan variasi yang menarik dan
perubahan tingkat kecepatan belajar mengenai suatu poko bahasan atau sautu
masalah.
3.
Media Berbasis Komputer
Kemajuan media komputer
memberikan beberapa kelebihan untuk kegiatan produksi audio visual. Pada
tahun-tahun belakangan komputer mendapat perhatian besar karena kemampuannya
yang dapat digunakan dalam bidang kegiatan pembelajaran. Ditambah dengan
teknologi jaringan dan internet, komputer seakan menjadi primadona dalam
kegiatan pembelajaran.
Dibalik kehandalan
komputer sebagai media pembelajaran terdapat beberapa persoalan yang sebaiknya
menjadi bahan pertimbangan awal bagi pengelola pengajaran berbasis komputer:
a.
Perangkat keras dan lunak yang mahal dan
cepat ketinggalan jaman
b.
Teknologi yang sangat cepat berubah,
sangat memungkinkan perangkat yang dibeli saat ini beberapa tahun kemudian akan
ketinggalan zaman.
c.
Pembuatan program yang rumit serta dalam
pengoperasian awal perlu pendamping guna menjelaskan penggunaannya. Hal ini
bisa disiasati dengan pembuatan modul pendamping yang menjelaskan penggunaan
dan pengoperasian program.
Bentuk interaksi yang dapat diaplikasikan
- Praktek dan latihan (drill & practice)
- Tutorial
- Permainan (games)
- Simulasi (simulation)
- Penemuan (discovery)
- Pemecahan Masalah (Problem Solving)
Pengajaran berbatuan
komputer merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh para ahli sejak beberapa
dekade yang lalu, karena dengan bantuan komputer ini proses pengajaran berjalan
lebih interaktif dan membantu terwujudnya pembelajaran yang mandiri.
Dengan perkembangan
teknologi komputer ini, maka metoda pendidikan juga berkembang, sehingga proses
pengajaran berbantuan komputer ini maju terus menuju kesempurnaannya, namun
secara garis besarnya, dapat dikatergorikan menjadi dua, yaitu computer-based
training (CBT) dan Web-based training (WBT).
a.
Computer Based Training (CBT)
CBT merupakan proses
pendidikan berbasiskan komputer, dengan memanfaatkan media CDROM dan disk-based
sebagai media pendidikan (Horton, 2000). Dengan memanfaatkan media ini, sebuah
CD ROM bisa terdiri dari video klip, animasi, grafik, suara, multimedia dan
program aplikasi yang akan digunakan oleh peserta didik dalam pendidikannya.
Dengan CBT, proses
pendidikan melalui classroom tetap dapat terlaksana, sehingga interaksi dalam
proses pendidikan dapat terus berlangsung, yang dibantu oleh kemandirian
peserta didik dalam memanfaatkan CBT.
b.
Web Based training (WBT)
Web-based training (WBT) sering juga diidentikkan dengan e-learning, dalam
metoda ini selain menggunakan komputer sebagai sarana pendidikan, juga
memanfaatkan jaringan Internet, sehingga seorang yang akan belajar bisa
mengakses materi pelajarannya dimanapun dan kapanpun, selagi terhubung dengan
jaringan Internet (Rossett, 2002).
4.
Media Pembelajaran Berbasis Edutainment
Pemakaian media
pembelajaran dalam proses belajar-mengajar dapat membangkitkan keinginan dan
minat yang baru, dan rangsangan kegiatan belajar dan bahkan membawa
pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Penggunaan media pembelajaran pada
tahap orientasi pembelajaran akan sangat membantu keefektifan proses
pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajaran.
Sejalan dengan
perkembangan teknologi, komputer dapat digunakan sebagai alat bantu
pembelajaran. Komputer sebagai media pembelajaran pemanfaatannya meliputi
penyaji informasi, simulasi, latihan, dan permainan belajar.
Media pembelajaran yang
sekiranya sesuai dengan era teknologi informasi adalah media berbasis
edutainment yang menggabungkan prinsip hiburan dengan pendidikan. Harapannya,
dengan adanya unsur hiburan, media berbasis edutainment akan lebih disukai
siswa dibanding software pembelajaran biasa.
Edutainment dirancang
khusus untuk tujuan pendidikan yang penyajiannya diramu dengan unsur-unsur
hiburan sesuai dengan materinya. Masuknya komputer dalam proses belajar
mengajar dapat menciptakan suasana yang menyenangkan karena siswa dapat
mengatur kecepatan belajar sesuai dengan kemampuannya. Gambar dan suara yang
muncul membuat siswa tidak cepat bosan, sebaliknya justru merangsang untuk
mengetahui lebih jauh lagi.
Media yang mampu
berperan sebagai tutor maupun ensiklopedia, akan menyediakan informasi dan
umpan balik kepada siswa secara cepat. Siswa tidak hanya duduk dan mendengarkan
secara pasif. Mereka harus berpikir, dan merespon. Akan tetapi media yang
berbasis edutainment tidak menutup kemungkinan untuk didesain bagi siswa yang
kurang aktif di kelas yaitu dengan memberikan simulasi yang bermakna serta
interaktivitas media yang baik.
Media maupun program
yang mengajarkan konsep abstrak akan sangat mendukung proses belajar mengajar.
Penerapan persamaan linear satu variabel di buku maupun yang diajarkan guru di
kelas akan terasa lebih konkret. Melalui program ini siswa diharapkan dapat
membuat persamaan sendiri dan menetapkan variabel yang digunakan sehingga
muncullah penyelesaian dari persamaan yang dibuat oleh siswa tersebut. Siswa
juga bisa memilih materi yang akan dipelajari dan melewati materi yang sudah
dikuasi sehingga mereka tidak jenuh dengan materi yang mereka rasa mudah.
Dengan cara belajar yang demikian, siswa akan mampu mengontrol pembelajaran
mereka sendiri.
Dalam pengembangannya,
media yang berbasis edutainment diharapkan sesuai dengan karakteristik siswa
seperti tingkat kepandaian, kematangan, serta penguasaan materi prasyarat
sehingga mampu mengantarkan siswa untuk menguasai kompetensi-kompetensi dasar.
Media berbasis
edutaintment yang dibuat diharapkan mampu meningkatkan kemampuan siswa belajar
mandiri dan memecahkan masalah. Di dalam penggunaan media ini, siswa dapat
menentukan sendiri apa yang hendak dilakukan. Dengan demikian siswa akan
belajar menganalisis, melihat permasalahan dan menemukan alternatif yang merupakan
langkah pemecahan masalah. Adanya pengambilan tindakan tersebut, kemampuan
siswa untuk memecahkan masalah akan meningkat.
1.
Media pembelajaran adalah alat yang dapat
membantu proses belajar mengajar dan berfungi untuk memperjelas makna pesan
yang disampaikan, sehingga dapat mencapai tujuan pendidikan atau pemebelajaran
dengan efektif dan efisien.
2.
Fungsi dan peran media pembelajaran adalah
untuk memperjelas penyampaian informasi dalam proses pembelajaran dan untuk
membantu pengembangan proses pembelajaran agar tercipta suasana yang lebih
kreatif dan maju.
3.
Pengembangan media pembelajaran saat ini
sudahlah banyak dipakai dibidang pendidikan. Adapun pengembangan media
pembelajaran saat ini yaitu media Berbasis Visual, audio visual, media berbasis
komputer dan media berbasis Edutainment.
-
http/www.infoskripsi,com/Kajian-Pustaka-Media
Pembelajaran html.
-
http/www.psg.PSMAora//Pengembangan-Media—Pembelajaran
-
http/Teknologo Pendidikan.Word pres-Cdia-om/2006/03/21-
Prinsip-Pengembangan-Media Pendidikan- Sebuah Pengantar
-
http/Muhammadihsan. Multiply.
Com/journal/item/25.
-
http://priatnadrs.blogspot.co.id/2011/07/makalah-pengembangan-media-pembelajaran_8072.html