Kamis, 27 Oktober 2016

Makalah Komunikasi Pembelajaran



TUGAS MAKALAH
KOMUNIKASI PEMBELAJARAN
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas pada mata kuliah Konsep Dasar Media Pembelajaran
Dosen : YAN YAN NURJANI, M, PD.
Description: 7af027fc664f5bf3eaf904ffe191e85f.jpeg.jpg

Disusun Oleh : Kelompok 1
1.      Siti Nurhibad
2.      Atik Mardiati
3.   Resti Fauziah

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI)
AL-MUSADDADIYAH GARUT
Jl. Mayor Syamsu No. 2 Tlp. (0262) 232334 Fax. (0262) 242017
TAHUN 2016/2017


 KATA PENGANTAR
Puji syukur kita ucapkan kepada Allah SWT, karena rahmat dan hidayahnya, penyusun dapat menyelesaikan makalah ini  tentang “ komunikasi pembelajaran “
Adapun tujuan dari makalah ini secara khusus ditunjukan bagi para pembaca yang ingin mengetahui apa sebenarnya yang di jelaskan dalam “Pengertian, Fungsi dan Ruang Lingkup Pembelajaran Aqidah Akhlaq”.
Penyusun telah berupaya untuk menyelesaikan makalah ini dengan baik, namun apabila terdapat kekurangan dalam penyusunan maupun isi, maka dari itu penyusun mohon kritikan dan saran yang konstruktif dari pembaca sehingga apa yang diharapkan dapat terpenuhi dengan baik
                                                                                    Garut, 27 Oktober 2016

                                                                                   
                                                                                                Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .............................................................................................i
DAFTAR ISI...........................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN......................................................................................
A. LatarBelakangMasalah ................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ............................................................................................. 3
C. Tujuan Penulisan ............................................................................................... 3
D. Manfaat Penulisan ............................................................................................. 3
E. Sistematika Penulisan ........................................................................................ 4
BAB II PEMBAHASAN .........................................................................................
A.    Pengertian komunikasi, teknik dan model komunikasi dalam
 proses belajar mengajar………………………………………………………….6
B. Unsur-Unsur Komunikasi…………………………………………………….6
C. Faktor yang mempengaruhi proses belajar mengajar…………………………6
D. Hakikat dan proses komunikasi………………………………………………10
E. Komunikasi interpersonal dalam kegiatan proses belajar mengajar………….10
G. Komponen keterampilan berkomunikasi interpersonal………………………10
H. Teknik komunikasi dalam proses belajar mengajar…………………………..11
I.  Macam-macam Komunikasi dalam Pembelajaran……………………………12
BAB III PENUTUP ...............................................................................................
A.    Kesimpulan .................................................................................................... 16
B.     Saran ............................................................................................................... 16
C.     Rekomendasi .................................................................................................. 17
DAPTAR PUSTAKA ....................................................................................... 18




BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak dapat dipisahkan dari upaya peningkatan kualitas pendidikan yang sekarang ini sedang menjadi sorotan dan harapan banyak orang di Indonesia. Wujud dari proses pendidikan yang paling riil terjadi di lapangan dan bersentuhan langsung dengan sasaran adalah berupa kegiatan belajar mengajar pada tingkat satuan pendidikan. Kualitas kegiatan belajar mengajar atau sering disebut dengan proses pembelajaran tentu saja akan berpengaruh terhadap mutu pendidikan yang output-nya berupa sumber daya manusia.

Kegiatan pembelajaran merupakan proses transformasi pesan edukatif berupa materi belajar dari sumber belajar kepada pembelajar. Dalam pembelajaran terjadi proses komunikasi untuk menyampaikan pesan dari pendidik kepada peserta didik dengan tujuan agar pesan dapat diterima dengan baik dan berpengaruh terhadap pemahaman serta perubahan tingkah laku. Dengan demikian keberhasilan kegiatan pembelajaran sangat tergantung kepada efektifitas proses komunikasi yang terjadi dalam pembelajaran tersebut.

Belajar pada hakikatnya adalah proses interaksi terhadap semua situasi yang ada di sekitar individu siswa. Belajar dapat dipandang sebagai proses yang diarahkan kepada pencapaian tujuan dan proses berbuat melalui berbagai pengalaman yang diciptakan guru. Kegiatan pembelajaran dilakukan oleh dua orang pelaku, yaitu guru dan siswa. Perilaku guru adalah membelajarkan dan siswa adalah belajar.







B.     Rumusan Masalah
1.  Pengertian komunikasi, teknik dan model komunikasi dalam proses belajar mengajar?
2.   Apa sajakah unsur-unsur komunikasi?
3.   Faktor apa sajakah yang mempengaruhi proses belajar mengajar?
4.  Apa sajakah hakikat dan proses komunikasi?
5.  Apa yang dimaksud dengan komunikasi interpersonal dalam kegiatan proses belajar mengajar?
6.   Apa yang dimaksud dengan komponen keterampilan berkomunikasi interpersonal?
7.   Apa sajakah teknik komunikasi dalam proses belajar mengajar?
8.  Apa sajakah macam-macam Komunikasi dalam Pembelajaran?
     C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui  pengertian komunikasi, teknik dan model komunikasi dalam proses belajar mengajar.
2. Untuk mengetahui   unsur-unsur komunikasi.
3. Untuk Faktor  yang mempengaruhi proses belajar mengajar.
4. Untuk mengetahui  hakikat dan proses komunikasi.
5. Untuk mengetahui komunikasi interpersonal dalam kegiatan proses belajar mengajar.
6. Untuk mengetahui komponen keterampilan berkomunikasi interpersonal.
7. Untuk mengetaahui teknik komunikasi dalam proses belajar mengajar.
8. Untuk macam-macam Komunikasi dalam Pembelajaran
     D. Manfaat Penulisan
Adapun manfaatnya sebagai berikut:
1.      Sebagai pengetahuan yang baru, baik bagi pembaca atau penulis;
2.      Sebagai pelatihan dalam pembelajaran dalam menganalisa Komunikasi Pembelajaran, serta
3.      Sebagai pertanggung jawaban terhadap tugas yang diberikan.





E.Sistematika Penulisan
Penulisan makalah yang berjudul“ KOMUNIKASI PEMBELAJARAN”.Terdiri dari:
BAB I PENDAHULUAN, yang meliputi: Latar Belakang Masalah, Perumusan Masalah, Tujuan Penulisan, Manfaat Penulisan, dan Sistematika Penulisan.
BAB II PEMBAHASAN, yang meliputi: pengertian komunikasi, teknik dan model komunikasi dalam proses belajar mengajar, unsur-unsur komunikasi, Hal-hal yang mempengaruhi proses belajar mengajar, hakikat dan proses komunikasi, komunikasi interpersonal dalam kegiatan proses belajar mengajar, komponen keterampilan berkomunikasi interpersonal, teknik komunikasi dalam proses belajar mengajar, dan macam-macam Komunikasi dalam Pembelajaran.
BAB III PENUTUP, yang meliputi: Kesimpulan, Saran, dan Rekomendasi
DAFTAR PUSTAKA





BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Komunikasi, Teknik Dan Model Komunikasi Dalam Proses Belajar Mengajar
Komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu. Proses belajar mengajar (PBM) merupakan suatu bentuk komunikasi yaitu komunikasi antara subyek didik dengan pendidik, antara mahasiswa dengan dosen, antara siswa dengan guru”. Di dalam komunikasi tersebut terdapat pembentukan (transform) dan pengalihan (transfer) pengetahuan, keterampilan ataupun sikap dan nilai dari komunikator (pendidik, dosen, guru) kepada komunikan (subyek didik, mahasiswa, siswa) sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
B.     Unsur-unsur komunikasi menurut Harold Lasswell :
1.      Komunikator(Source,Sender)
2.      Pesan (Message)
3.      Media (Channel )
4.      Komunikan (Receiver)
5.      Efek (Effect, Influence )
Pada saat ini masih banyak didapati di berbagai institusi pendidikan, pelatihan, termasuk di Perguruan tinggi, yang dalam mengajar masih konvensional.Dalam arti, pengajar (baik guru atau dosen) mengajar secara alami sesuai dengan bakat mengajar yang dimiliki. Ada juga guru/dosen yang mengajarnya cenderung meniru gaya orang yang dahulu pernah menjadi guru atau dosennya. Kenyataan diatas akan menimbulkan beberapa persoalan, baik bagi pengajar maupun peserta didik. Tipe pertama misalnya, akan menimbulkan masalah bagi dosen/guru yang tidak mempunyai bakat mengajar atau mempunyai keterbatasan dalam menyampaikan pesan secara lisan, adapun untuk tipe kedua, jika tidak hati-hati, dosen/guru cenderung akan meniru gaya orang yang diidolakannya, tanpa melihat sisi kelemahannya.
Dalam penyampaian materi perkuliahan kepada peserta didik/audien, ada beberapa factor yang perlu dipertimbangkan, diantaranya adalah peserta didik, ruangan kelas, metode dan materi itu sendiri. Untuk dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan pada suatu perkuliahan, metode pembelajaran dan komunikasi harus mendapat perhatian khusus dalam setiap proses pembelajaran. Metode pembelajaran dan komunikasi tidak selalu harus sama untuk setiap materi.
Proses belajar (learning) adalah suatu perubahan yang relatif tetap dalam persediaan tingkah laku, yang terjadi sebagai hasil pengalaman. Ini berarti, hanya dapat dikatakan terjadi proses belajar bila seseorang menunjukkan tingkah laku yang tidak sama. Jika ia dapat membuktikan pengetahuan tentang fakta-fakta baru atau ia bisa melakukan sesuatu, yang sebelumnya ia tidak dapat melakukannya. Jadi, proses belajar menempatkan seseorang dari status kemampuan atau kecakapan (ability) yang satu kepada kemampuan/kecakapan yang lain.
Pengajar yang baik seharusnya memahami karakteristik siswanya agar ia sukses dalam melaksanakan peran mengajarnya. Dalam proses belajar mengajar kemungkinan akan menemui mahasiswa yang sulit untuk melakukan kontak dengan dunia sekitarnya, suka mengasingkan diri, cenderung menutup diri. Dalam kaitan dengan hal ini, maka dosen/guru hendaknya merencanakan proses belajar mengajar yang sesuai dengan keadaan dan kepribadian mahasiswa. Belajar mengajar sebagai proses (process), pada hakikatnya mengandung tiga unsur yaitu adanya input (bahan mentah yang akan diolah), process (kegiatan mengolah input) dan output (hasil yang telah diolah). Suatu proses dipandang baik apabila kualitas output lebih baik dari pada input. Input proses belajar mengajar adalah mahasiswa sebelum perkuliahan. Proses belajar mengajar adalah interaksi antara komponen-komponen belajar mengajar yaitu tujuan, bahan, metode dosen, mahasiswa, fasilitas dan penilaian. Output dari proses belajar mengajar yaitu peserta didik (mahasiswa) setelah menerima perkuliahan.
 Komunikasi merupakan suatu yang sangat pokok dalam setiap hubungan orang-orang, begitu pula dalam suatu organisasi terjadinya komunikasi tentunya ada tujuan yang ingin dicapai. Hal sesuai dengan pendapat Maman Ukas mengemukakan tujuan komunikasi sebagai berikut :
1. Menentapkan dan menyebarkan maksud dari pada suatu usaha
2. Mengembangkan rencana-rencana untuk mencapai tujuan
3. Mengorganisasikan sumber-sumber daya manusia dan sumber daya lainnya sepertiefektif dan efisien
4.Memilih, mengembangkan, menilai anggota organisasi
5. .Memimpin, mengarahkan, memotivasi dan menciptakan suatu iklim kerja di mana setiap orang mau memberikan kontribusi.
Dalam prosesnya bahwa komunikasi merupakan suatu proses sosial untuk mentranmisikan atau menyampaikan perasaan atau informasi baik yang berupa ide-ide atau gagasan-gagasan dalam rangka mempengaruhi orang lain. Agar komunikasi berjalan efektif, komunikator hendaknya mampu mengatur aliran pemberitaan ke tiga arah, yakni ke bawah, ke atas, ke samping atau mendatar. Bagi setiap orang atau kelompok dalam organisasi hendaknya mungkin untuk berkomunikasi dengan setiap orang atau kelompok lain, dan untuk menenrima respon sikap, itu diminta oleh komuniktor.Menurut Marsetio Donosepoetro mengemukakan bahwa dalam proses komunikasi ada beberapa ketentuan, antaralain:
1. Karena komunikasi mempunyai suatu maksud, maka suatu messege atau stimulus selalu ditujukan kepada sekumpulan orang tertentu. Ini disebut penerima yang terntetu
2.Komunikator berkeinginan menimbulkan suatu respon kepada penerima yang sesuai dengan maksud yang dibawakan oleh messege atau stimulus tertentu
3.Suatu komunikasi dinyatakan berhasil jika respon yang timbul pada penerima, sesuai dengan maksud komunikasi.
Dalam melaksanakan suatu program pendidikan aktivitas menyebarkan, menyampaikan gagasan-gagasan dan maksud-maksud ke seluruh struktur organisasi sangat penting. Proses komunikasi dalam menyampaikan suatu tujuan lebih dari pada sekedar menyalurkan pikiran-pikiran atau gagasan-gagasan dan maksud-maksud secara lisan atau tertulis. Komunikasi secara lisan pada umumnya lebih mendatangkan hasil dan pengertian yang jelas dari pada secara tertulis.Demikian pula komunikasi secara informal dan secara formal mendatangkan hasil yang berbeda pengaruh dan kejelasannya.
Terjadinya proses komunikasi dalam organisasi atau lembaga itu bisa terjadi secara formal maupun secara informal, sebagai mana menurut Oteng Sutisna mengemukan bahwa “Komunikasi formal terjadi, dalam memilih informasi untuk keperluan pelaporan, penyimpangan biasa dengan mudah menyelinap. Selanjutnya biasanya orang ingin mendengar laporan-laporan yang menyenangkan.Akibatnya ialah sering pemindahan informasi yang diperindah atau dibiaskan.” Dalam struktur komunikasi harus adanya suatu jaminan informasi dan pikiran-pikiran akan mengalir bebas ke semua arah yang diperlukan, baik itu ke bawah, ke atas, dann ke samping.
Satu saluran komunikasi formal tertentu atau lebih ke dan dari setiap personal atau anggota adalah perlu.Saluran-saluran itu hendaknya perlu dipahami oleh setiap anggota.Garis-garis komunikasi hendaknya dibuat sependek dan selangsung mungkin.Hendaknya mungkin bagi semua anggota untuk bertindak sebagai sumber komunikasi maupun sebagai penerima.
Selanjutnya menurut Maman Ukas bahwa Komunikasi informal adalah komunikasi yang tidak resmi dan terjadinya pada saat organisasi saling bertukar pikiran, saran ide, atau informasi secara pribadi.Komunikasi informal ini tentunya dengan cara melakukan pendekatan secara kekeluargaan atau hubungan sosial tidak secara formal. Menurut Oteng Sutisna bahwa “Sistem komunikasi informal menyalurkan informasi dan pikiran-pikiran penting yang tak terpikirkan orang untuk disalurkan secara formal, memupuk ikatan dan persahabatan yang membantu bagi hubungan-hubungan insani yang baik.
”Jika komunikator menaruh perhatian kepada saluran-saluran komunikasi informal, ia akan mengetahui kepentingan dan perhatian personil serta sikap mereka terhadap organisasi dan masalah-masalahnya, lagi pula komunikasi informal itu membawa kepada putusan-putusan yang dibuat di antara orang-orang pada tahap organisasi yang sama. Dalam kegiatan suatu organisasi atau lembaga khusunya dalam hal pengelolaan pendidikan tentunya tidak terlepas dengan komunikasi.
Oleh sebab itu suatu proses pendidikan akan berhasil apabilla terjadinya suatu proses komunikasi yang baik dan sesuai dengan harapan, di mana gagasan-gagasan atau ide dibahas dalam suatu musyawarah antara komunikator dengan komunikan, sehingga terjadi pemahaman tentang informasi atau segala sesuatu hal menjadi pokok dari pembahasan untuk mengarah pada kesepakatan dan kesatuan dalam pendapat. Berdasarkan hal tersebut, bahwa tujuan dari suatu organisasi atau instansi tentunya dapat tercapai secara optimal apabila proses komunikasinya lancar tanpa adanya suatu hambatan, walaupun ada hambatan, maka komunikator dan komunikan harus dengan cermat segera mengatasi permasalahan yang menyebabkan terjadi suatu hambatan, sehingga proses komunikasi dapat berlangsung.
         Dalam prosesnya komunikasi itu terbagai dalam 2 macam komunikasi, yaitu komunikasi aktif dan komunikasi pasif. Komunikasi aktif merupakan suatu proses komunikasi yang berlangsung dengan aktif antara komunikator dengan komunikan, di mana antara keduanya sama-sama aktif berkomunikasi, sehingga terjadi timbal balik di antara keduanya. Sedangkan komunikasi pasif terjadi di mana komunikator menyampaikan informasi atau ide terhadap halayaknya atau komunikan sebagai penerima informasi, akan tetapi komunikan tidak mempunyai kesempatan untuk memberikan respon atau timbal balik dari proses komunikasi.

C. Faktor yang mempengaruhi proses belajar mengajar :
1. Faktor internal
Segala faktor yang bersumber dari dalam diri mahasiswa, contohnya yaitu kemampuan mahasiswa, motivasi, perhatian, persepsi, pemrosesan informasi mencakup (ingatan, lupa dan transfer)
2. Faktor eksternal
 Segala faktor yang bersumber dari luar diri mahasiswa, contohnya yaitu kondisi belajar dan pemberian umpan balik.
D.  Hakikat dan proses komunikasi :
1. Komunikasi berasal dari kata latin “communicare” yang berarti berpartisipasi atau memberitahukan
2. Komunikasi adalah proses merubah perilaku orang lain.
E.  Komunikasi interpersonal dalam kegiatan proses belajar mengajar
Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang terjadi antara dosen dengan mahasiswa atau antara mahasiswa dengan mahasiswa.Keeefektifan komunikasi tersebut tergantung dari kedua belah pihak, namun, karena dosen yang memegang kendali maka tanggungjawab terjadinya komunikasi interpersonal yang sehat dan efektif terletak di tangan dosen.


F. Komponen keterampilan berkomunikasi interpersonal
Kemampuan untuk mengungkapkan perasaan mahasiswa, kemampuan ini berkaitan dengan penciptaan iklim yang positif dalam kegiatan belajar, yang memungkinkan mahasiswa mau mengungkapkan perasaan atau masalah yang dihadapinya tanpa merasa dipaksa. Kemampuan menjelaskan perasaan yang diungkapkan mahasiswa. Bila mahasiswa sudah bebas mengungkapkan perasaan/masalah yang dihadapinya, tugas dosen kini adalah membantu mahasiswa untuk mengklarifikasi ungkapan perasaan tersebut.

G. Teknik komunikasi dalam proses belajar mengajar
Menurut Uchyana(1984), teknik komunikasi terdiri atas :
1.      Komunikasi informatif (informatif communication)
2.      Suatu pesan yang disampaikan kepada seseorang atau sejumlah orang tentang hal-hal baru yang diketahuinya
3.      Komunikasi persuasif (persuasive communication)
Proses mempengaruhi sikap, pandangan atau perilaku seseorang dalam bentuk kegiatan membujuk, mengajak, sehingga ia melakukan dengan kesadaran sendiri.
4.Komunikasi instruktif/koersif (instructive/coersive communication)
            Komunikasi yang mengandung ancaman, sangsi dan lain-lain yang bersifat paksaan, sehingga orang-orang yang dijadikan sasaran melakukan sesuatu secara terpaksa, karena takut akibatnya.
H. Macam-macam Komunikasi dalam Pembelajaran
1. Secara Langsung
Seorang guru/dosen memberikan pelajaran secara langsung dengan bertatap muka dengan para siswa dalam suatu ruangan ataupun di luar ruangan dalam konteks pembelajaran.Seperti yang terjadi di sekitar kita mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi.

2. Secara Tidak Langsung
Guru/dosen dapat memberikan suatu pembelajaran melalui suatu media tanpa harus bertatap muka secara langsung dengan siswa.Dan siswapun dapat memperoleh informasi secara luas melalui media tersebut.Seperti model sekolah jarak jauh yaitu memanfaatkan media internet sebagai alat untuk pembelajaran.
I.       Komunikasi dengan media
Selain untuk menyajikan pesan, sebenarnya ada beberapa fungsi lain yang dapat dilakukan oleh media. Namun jarang sekali ditemukan seluruh fungsi tersebut dipenuhi oleh media komunikasi dalam suatu sistem pembelajaran.Sebaliknya suatu program media tunggal seringkali dapat mencakup beberapa fungsi sekaligus. Fungsi-fungsi tersebut antara lain :
1. Memberikan pengetahuan tentang tujuan belajar
Pada permulaan pembelajaran, siswa perlu diberi tahu tentang pengetahuan yang akan diperolehmya atau ketrampilan yang akan dipelajarinya. Kepada siswa harus dipertunjukkan apa yang diharapkan darinya, apa yang harus dapat ia lakukan untuk menunjukkan bahwa ia telah menguasai bahan pelajaran dan tingkat kesulitan yang diharapkan. Untuk pembelajaran khususnya yang menampilkan gerak dapat mempertunjukkan kinerja (performance) yang harus dipelajari siswa.Dengan demikian dapat menjadi model perilaku yang diharapkan dapat dipertunjukkannya pada akhir pembelajaran.
2. Memotivasi siswa
Salah satu peran yang umum dari media komunikasi adalah memotivasi siswa.Tanpa motivasi, sangat mungkin pembelajaran tidak menghasilkan belajar. Usaha untuk memotivasi siswa seringkali dilakukan dengan menggambarkan sejelas mangkin keadaan di masa depan, dimana siswa perlu menggunakan pengetahuan yang telah diperolehnya. Jika siswa menjadi yakin tentang relevansi pembelajaran dengan kebutuhannya di masa depan, ia akan termotivasi mengikuti pembelajaran. Media yang sesuai untuk menggambarkan keadaan masa depan adalah media yang dapat menunjukkan sesuatu atau menceritakan (tell) hal tersebut. Bila teknik bermain peran digunakan (seperti lawak atau drama), pengalaman yang dirasakan siswa akan lebih kuat. Film juga seringkali diproduksi dan digunakan untuk tujuan motivasi dengan cara yang lebih alami.
3. Menyajikan informasi
Media seperti film dan televisi dapat digunakan untuk menyajikan informasi. Guru kelas bebas dari tugas mempersiapkan dan menyajikan pelajaran, ia dapat menggunakan energinya kepada fungsi-fungsi yang lain seperti merencanakan kegiatan siswa, mendiagnosa masalah siswa, memberikan konseling secara individual. Ada tiga jenis variasi penyajian informasi:
a. Penyajian dasar (basic)
Membawa siswa kepada pengenalan pertama terhadap materi pembelajaran, kemudian dilanjutkan dengan diskusi, kegiatan siswa atau review oleh guru kelas
b. Penyajian pelengkap (supplementary)
Setelah penyajian dasar dilakukan oleh guru kelas, media digunakan untuk membawa sumber-sumber tambahan ke dalarn kelas, melakukan apa yang tidak dapat dilakukan di kelas dengan cara apapun
c. Penyajian pengayaan (enrichment)
Merupakan informasi yang tidak merupakan bagian dari tujuan pembelajaran, didiadakan karena memiliki nilai motivasi dan dapat mencapai perubahan sikap dalam diri siswa.
4. Merangsang diskusi
Kegunaan media untuk merangsang diskusi seringkali disebut sebagai papan loncat, diambil dari bentuk penyajian yang relatif singkat kepada sekelompok siswa dan dilanjutkan dengan diskusi.Format media biasanya menyajikan masalah atau pertanyaan, seringkali melalui drama atau contoh pengalaman manusia yang spesifik.Penyajian dibiarkan terbuka (open-end), tidak ada penarikan kesimpulan atau saran pemecahan masalah.Kesimpulan atau jawaban diharapkan muncul dari siswa sendiri dalam interaksinya dengan pemimpin atau dengan sesamanya.Penyajian media diharapkan dapat merangsang pemikiran, membuka masalah, menyajikan latar belakang informasi dan memberikan fokus diskusi.

5. Mengarahkan kegiatan siswa
Pengarahan kegiatan merupakan penerapan dari metode pembelajaran yang disebut metode kinerja (performance) atau metode penerapan (application).Penekanan dari metode ini adalah pada kegiatan melakukan (doing).Media dapat digunakan secara singkat atau sebentar – sebentar untuk mengajak siswa mulai dan berhenti. Dengan kata lain program media digunakan untuk mengarahkan siswa dilakukan kegiatan langkah demi langkah (step-by-step). Penyajian bervariasi, mulai dari pembelajaran sederhana untuk kegiatan siswa, seperti tugas pekerjaan rumah sampai pengarahan langkah demi langkah untuk percobaan laboratorium yang kompleks. Permainan merupakan metode pembelajaran yang sangat disukai khususnya bagi siswa sekolah menengah, memiliki nilai motivasional yang tinggi, melibatkan siswa lebih baik daripada metode pembelajaran yang lain.
6. Menguatkan belajar
Penguatan seringkali disamakan dengan motivasi, atau digolongkan dalam motivasi.Penguatan adalah kepuasan yang dihasilkan dari belajar, dimana cenderung meningkatkan kemungkinan siswa merespon dengan tingkah laku yang diharapkan.Penguatan paling efektif diberikan beberapa saat setelah respon diberikan.Suatu program media menyajikan pertanyaan kepada siswa, kemudian siswa menyusun jawabannya atau memilih dari beberapa kemungkinan jawaban. Setelah siswa menentukan jawabannya, ia sangat termotivasi untuk segera mengetahui jawaban yang benar. Jika siswa mengetahui bahwa jawabannya benar, maka ia dikuatkan. Bahkan jika siswa tahu jawabannya salah, namun jika ditunjukkan seberapa dekat jawabannya mendekati kebenaran, maka hal tersebut juga merupakan penguatan.Media apapun yang dapat digunakan untuk menyajikan informasi juga mampu menyajikan pertanyaan dan merangsang siswa untuk menjawab. Media apapun yang mampu melakukan fungsi ini, ia juga dirancang untuk memberikan jawaban benar terhadap pertanyaan kognitif, segera setelah siswa diberi kesempatan menjawab, sehingga dimungkinkan untuk membandingkan dan memperoleh pengetahuan tentang hasil sesegera mungkin.


             Agus Suheri (2006:1) menyebutkan bahwa Lembaga Riset dan Penerbitan Komputer, yaitu Computer Technology Research (CTR) menemukan bahwa ”orang hanya mampu mengingat 20 % dari apa yang dilihat dan 30 % dari yang didengar. Tetapi orang dapat mengingat 50 % dari yang dilihat dan didengar dan 80 % dari yang dilihat, didengar dan dilakukan sekaligus.
Komunikasi yang jelas dalam sebuah pembelajaran adalah salah satu syarat pembelajaran dapat berlangsung efektif.Jadi bila kita ingin menjadi guru yang efektif, marilah kita bersama-sama memperbaiki kemampuan kita berkomunikasi kepada siswa-siswa kita pada setiap pembelajaran yang kita laksanakan. Ada beberapa komponen dalam komunikasi pembelajaran yang efektif, yaitu:
1. Penggunaan terminologi yang tepat
2. Presentasi yang sinambung dan runtut
3.Sinyal transisi atau perpindahan topik bahasan
4.Tekanan pada bagian-bagian penting pembelajaran
5.Kesesuaian antara tingkah laku komunikasi verbal dengan tingkah laku komunikasi nonverbal.










BAB III
PENUTUPAN
A.    KESIMPULAN
Komunikasi dalam pembelajaran merupakan proses transformasi pesan berupa ilmu pengetahuan dan teknologi dari pendidik kepada peserta didik, dimana peserta didik mampu memahami maksud pesan sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan, sehingga menambah wawasan ilmu pengetahuan dan teknologi serta menimbulkan perubahan tingkah laku menjadi lebih baik. Pengajar adalah pihak yang paling bertanggungjawab terhadap berlangsungnya komunikasi yang baik dalam pembelajaran, sehingga dosen sebagai pengajar dituntut memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik agar menghasilkan proses pembelajaran yang efektif.
Berdasarkan maklumat di atas, seseorang guru  sangat perlu menguasai kemahiran komunikasi agar kawalan didalam kelas dapat dilakukan dengan sempurna dan berkesan yang mana akan memberikan impak kepada proses pengajaran dan pembelajaran .Komunikasi mempunyai tujuan, oleh itu, guru itu seharusnya memastikan tujuan dalam menyampaikan ilmu mata pelajaran itu akan tercapai objektifnyaseperti yang di rancang dalam buku penulisan pengajaran hariannya.Selain dari itu juga, guru itu seharusnya bijak dalam memilih waktu dan tempatkomunikasi supaya pesan yang hendak disampaikan itu lebih jelas, menarik dan muridpula akan mudah memahami dan berupaya menerima mesej tersebut dengansempurna seterusnya akan berupaya mempengaruhi minat murid untuk belajar  dan mewujudkan hubungan yang baik.

B.  Saran
Sebaiknya sebagai seorang pelajar/mahasiswa/i kita perlu mengetahui Penegrtian, fungsi dan ruang lingkup Pembelajaran aqidah akhlaq. Semoga dengan makalah ini kita bisa lebih mengetahui bagaimana Pengertian pembelajaran aqidah akhlaq dalam arian luas dan fungsi pembelajaran akhlaq serta ruang lingkup pembelajaran aqidah akhlaq dan mudah-mudahan ada manfatnya untuk kita semua. Aamiin ....
.
C.  Rekomendasi
       Berdasarkan uraian isi makalah yang berjudul “KOMUNIKASI PEMBELAJARAN” maka dipandang perlu adanya perhatian dari seluruh stage horder (pihak-pihak yang berhubungan) ikut serta memperhatikan berbagai hal yang berhubungan dengan dunia pendidikan Khususnya dalam berkomunikasi antar pendidik dan anak didik  untuk terus membangun motivasi dan upaya menggapai hasil pendidikan yang lebih baik. Oleh karena itu perlu disampaikan dalam bentuk rekomendasi yang ditujukan kepada :
1.      Pihak  terkait mana saja dalam makalah :
a.     Lembaga Yayasan STAI-AL MUSADDADIYAH
b.    Dosen beserta jajarannya
2.      Pendidikan Non-Formal
3.      Guru manapun yang cinta pendidikan











DAFTAR PUSTAKA         

Arismunandar, Wiranto. (2003). Komunikasi dalam Pendidikan. Departemen Teknik Mesin ITB. Bandung.Gafur, Abdul. (2006). Handout Kuliah Landasan Teknologi Pendidikan. PPs UNY. YogyakartaLestari G, Endang dan Maliki, MA. (2003). Komunikasi yang Efektif. Lembaga Administrasi Negara. Jakarta.Miarso, Yusufhadi. (1986). Definisi Teknologi Pendidikan. Rajawali. JakartaPratikno, R. (1987). Berbagai Aspek Ilmu Komunikasi. Remadja Karya. BandungSardiman AM. (2005). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Rajawali Press. Jakarta.Wardani, IGAK. (2005). Dasar-Dasar Komunikasi dan Keterampilan Dasar Mengajar. PAU-DIKTI DIKNAS. Jakarta. 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar