TUGAS MAKALAH
KOMUNIKASI PEMBELAJARAN
Diajukan untuk
memenuhi salah satu tugas pada mata kuliah Konsep Dasar Media Pembelajaran
Dosen : YAN YAN NURJANI, M, PD.

Disusun
Oleh : Kelompok 1
1. Siti Nurhibad
2. Atik Mardiati
3. Resti Fauziah
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA
ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI)
AL-MUSADDADIYAH GARUT
Jl. Mayor Syamsu No. 2 Tlp. (0262)
232334 Fax. (0262) 242017
TAHUN 2016/2017
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita ucapkan kepada
Allah SWT, karena rahmat dan hidayahnya, penyusun dapat menyelesaikan makalah
ini tentang “ komunikasi pembelajaran “
Adapun tujuan dari makalah ini
secara khusus ditunjukan bagi para pembaca yang ingin mengetahui apa sebenarnya
yang di jelaskan dalam “Pengertian, Fungsi dan Ruang Lingkup Pembelajaran
Aqidah Akhlaq”.
Penyusun telah berupaya untuk
menyelesaikan makalah ini dengan baik, namun apabila terdapat kekurangan dalam
penyusunan maupun isi, maka dari itu penyusun mohon kritikan dan saran yang
konstruktif dari pembaca sehingga apa yang diharapkan dapat terpenuhi dengan
baik
Garut, 27
Oktober 2016
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .............................................................................................i
DAFTAR
ISI...........................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN......................................................................................
A. LatarBelakangMasalah ................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ............................................................................................. 3
C. Tujuan Penulisan
...............................................................................................
3
D. Manfaat Penulisan .............................................................................................
3
E. Sistematika Penulisan
........................................................................................
4
BAB II
PEMBAHASAN .........................................................................................
A. Pengertian
komunikasi, teknik dan model komunikasi dalam
proses belajar
mengajar………………………………………………………….6
B. Unsur-Unsur Komunikasi…………………………………………………….6
C. Faktor yang mempengaruhi proses belajar mengajar…………………………6
D. Hakikat dan proses komunikasi………………………………………………10
E. Komunikasi interpersonal dalam kegiatan proses belajar
mengajar………….10
G. Komponen keterampilan berkomunikasi interpersonal………………………10
H. Teknik komunikasi dalam proses belajar mengajar…………………………..11
I. Macam-macam
Komunikasi dalam Pembelajaran……………………………12
BAB III
PENUTUP
...............................................................................................
A. Kesimpulan
....................................................................................................
16
B. Saran
...............................................................................................................
16
C. Rekomendasi ..................................................................................................
17
DAPTAR
PUSTAKA
.......................................................................................
18
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Upaya peningkatan kualitas sumber daya
manusia tidak dapat dipisahkan dari upaya peningkatan kualitas pendidikan yang
sekarang ini sedang menjadi sorotan dan harapan banyak orang di Indonesia.
Wujud dari proses pendidikan yang paling riil terjadi di lapangan dan
bersentuhan langsung dengan sasaran adalah berupa kegiatan belajar mengajar
pada tingkat satuan pendidikan. Kualitas kegiatan belajar mengajar atau sering
disebut dengan proses pembelajaran tentu saja akan berpengaruh terhadap mutu
pendidikan yang output-nya berupa sumber daya manusia.
Kegiatan pembelajaran merupakan proses
transformasi pesan edukatif berupa materi belajar dari sumber belajar kepada
pembelajar. Dalam pembelajaran terjadi proses komunikasi untuk menyampaikan
pesan dari pendidik kepada peserta didik dengan tujuan agar pesan dapat
diterima dengan baik dan berpengaruh terhadap pemahaman serta perubahan tingkah
laku. Dengan demikian keberhasilan kegiatan pembelajaran sangat tergantung
kepada efektifitas proses komunikasi yang terjadi dalam pembelajaran tersebut.
Belajar pada hakikatnya adalah proses
interaksi terhadap semua situasi yang ada di sekitar individu siswa. Belajar
dapat dipandang sebagai proses yang diarahkan kepada pencapaian tujuan dan
proses berbuat melalui berbagai pengalaman yang diciptakan guru. Kegiatan
pembelajaran dilakukan oleh dua orang pelaku, yaitu guru dan siswa. Perilaku
guru adalah membelajarkan dan siswa adalah belajar.
B.
Rumusan
Masalah
1. Pengertian
komunikasi, teknik dan model komunikasi dalam proses belajar mengajar?
2. Apa sajakah unsur-unsur komunikasi?
3. Faktor apa sajakah yang mempengaruhi
proses belajar mengajar?
4. Apa sajakah hakikat dan proses
komunikasi?
5. Apa yang dimaksud dengan komunikasi
interpersonal dalam kegiatan proses belajar mengajar?
6. Apa yang dimaksud dengan komponen
keterampilan berkomunikasi interpersonal?
7. Apa sajakah teknik komunikasi dalam
proses belajar mengajar?
8. Apa sajakah macam-macam Komunikasi dalam Pembelajaran?
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian komunikasi, teknik dan model
komunikasi dalam proses belajar mengajar.
2. Untuk mengetahui unsur-unsur komunikasi.
3. Untuk Faktor yang
mempengaruhi proses belajar mengajar.
4. Untuk mengetahui hakikat dan proses komunikasi.
5. Untuk mengetahui komunikasi interpersonal dalam kegiatan
proses belajar mengajar.
6. Untuk mengetahui komponen keterampilan berkomunikasi
interpersonal.
7. Untuk mengetaahui teknik komunikasi dalam proses belajar
mengajar.
8. Untuk macam-macam Komunikasi dalam Pembelajaran
D. Manfaat Penulisan
Adapun
manfaatnya sebagai berikut:
1. Sebagai
pengetahuan yang baru, baik bagi pembaca atau penulis;
2. Sebagai
pelatihan dalam pembelajaran dalam menganalisa Komunikasi Pembelajaran, serta
3. Sebagai
pertanggung jawaban terhadap tugas yang diberikan.
E.Sistematika
Penulisan
Penulisan makalah
yang berjudul“ KOMUNIKASI PEMBELAJARAN”.Terdiri
dari:
BAB I PENDAHULUAN, yang meliputi:
Latar Belakang Masalah, Perumusan Masalah, Tujuan Penulisan, Manfaat Penulisan,
dan Sistematika Penulisan.
BAB II PEMBAHASAN, yang meliputi: pengertian komunikasi, teknik dan model
komunikasi dalam proses belajar mengajar, unsur-unsur komunikasi, Hal-hal yang mempengaruhi proses
belajar mengajar, hakikat dan proses komunikasi, komunikasi interpersonal dalam kegiatan
proses belajar mengajar, komponen keterampilan berkomunikasi interpersonal, teknik komunikasi dalam proses belajar
mengajar,
dan macam-macam
Komunikasi dalam Pembelajaran.
BAB III PENUTUP, yang meliputi:
Kesimpulan, Saran, dan Rekomendasi
DAFTAR PUSTAKA
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Komunikasi, Teknik Dan Model Komunikasi Dalam Proses Belajar Mengajar
Komunikasi
adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media
yang menimbulkan efek tertentu. Proses belajar mengajar (PBM) merupakan suatu
bentuk komunikasi yaitu komunikasi antara subyek didik dengan pendidik, antara
mahasiswa dengan dosen, antara siswa dengan guru”. Di dalam komunikasi tersebut
terdapat pembentukan (transform) dan pengalihan (transfer) pengetahuan,
keterampilan ataupun sikap dan nilai dari komunikator (pendidik, dosen, guru)
kepada komunikan (subyek didik, mahasiswa, siswa) sesuai dengan tujuan yang
telah ditetapkan.
B.
Unsur-unsur komunikasi menurut Harold Lasswell :
1. Komunikator(Source,Sender)
2. Pesan (Message)
3. Media (Channel )
4. Komunikan (Receiver)
5. Efek (Effect, Influence )
Pada
saat ini masih banyak didapati di berbagai institusi pendidikan, pelatihan,
termasuk di Perguruan tinggi, yang dalam mengajar masih konvensional.Dalam
arti, pengajar (baik guru atau dosen) mengajar secara alami sesuai dengan bakat
mengajar yang dimiliki. Ada juga guru/dosen yang mengajarnya cenderung meniru
gaya orang yang dahulu pernah menjadi guru atau dosennya. Kenyataan diatas akan
menimbulkan beberapa persoalan, baik bagi pengajar maupun peserta didik. Tipe
pertama misalnya, akan menimbulkan masalah bagi dosen/guru yang tidak mempunyai
bakat mengajar atau mempunyai keterbatasan dalam menyampaikan pesan secara
lisan, adapun untuk tipe kedua, jika tidak hati-hati, dosen/guru cenderung akan
meniru gaya orang yang diidolakannya, tanpa melihat sisi kelemahannya.
Dalam penyampaian materi perkuliahan kepada peserta didik/audien, ada beberapa factor yang perlu dipertimbangkan, diantaranya adalah peserta didik, ruangan kelas, metode dan materi itu sendiri. Untuk dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan pada suatu perkuliahan, metode pembelajaran dan komunikasi harus mendapat perhatian khusus dalam setiap proses pembelajaran. Metode pembelajaran dan komunikasi tidak selalu harus sama untuk setiap materi.
Proses belajar (learning) adalah suatu perubahan yang relatif tetap dalam persediaan tingkah laku, yang terjadi sebagai hasil pengalaman. Ini berarti, hanya dapat dikatakan terjadi proses belajar bila seseorang menunjukkan tingkah laku yang tidak sama. Jika ia dapat membuktikan pengetahuan tentang fakta-fakta baru atau ia bisa melakukan sesuatu, yang sebelumnya ia tidak dapat melakukannya. Jadi, proses belajar menempatkan seseorang dari status kemampuan atau kecakapan (ability) yang satu kepada kemampuan/kecakapan yang lain.
Pengajar yang baik seharusnya memahami karakteristik siswanya agar ia sukses dalam melaksanakan peran mengajarnya. Dalam proses belajar mengajar kemungkinan akan menemui mahasiswa yang sulit untuk melakukan kontak dengan dunia sekitarnya, suka mengasingkan diri, cenderung menutup diri. Dalam kaitan dengan hal ini, maka dosen/guru hendaknya merencanakan proses belajar mengajar yang sesuai dengan keadaan dan kepribadian mahasiswa. Belajar mengajar sebagai proses (process), pada hakikatnya mengandung tiga unsur yaitu adanya input (bahan mentah yang akan diolah), process (kegiatan mengolah input) dan output (hasil yang telah diolah). Suatu proses dipandang baik apabila kualitas output lebih baik dari pada input. Input proses belajar mengajar adalah mahasiswa sebelum perkuliahan. Proses belajar mengajar adalah interaksi antara komponen-komponen belajar mengajar yaitu tujuan, bahan, metode dosen, mahasiswa, fasilitas dan penilaian. Output dari proses belajar mengajar yaitu peserta didik (mahasiswa) setelah menerima perkuliahan.
Dalam penyampaian materi perkuliahan kepada peserta didik/audien, ada beberapa factor yang perlu dipertimbangkan, diantaranya adalah peserta didik, ruangan kelas, metode dan materi itu sendiri. Untuk dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan pada suatu perkuliahan, metode pembelajaran dan komunikasi harus mendapat perhatian khusus dalam setiap proses pembelajaran. Metode pembelajaran dan komunikasi tidak selalu harus sama untuk setiap materi.
Proses belajar (learning) adalah suatu perubahan yang relatif tetap dalam persediaan tingkah laku, yang terjadi sebagai hasil pengalaman. Ini berarti, hanya dapat dikatakan terjadi proses belajar bila seseorang menunjukkan tingkah laku yang tidak sama. Jika ia dapat membuktikan pengetahuan tentang fakta-fakta baru atau ia bisa melakukan sesuatu, yang sebelumnya ia tidak dapat melakukannya. Jadi, proses belajar menempatkan seseorang dari status kemampuan atau kecakapan (ability) yang satu kepada kemampuan/kecakapan yang lain.
Pengajar yang baik seharusnya memahami karakteristik siswanya agar ia sukses dalam melaksanakan peran mengajarnya. Dalam proses belajar mengajar kemungkinan akan menemui mahasiswa yang sulit untuk melakukan kontak dengan dunia sekitarnya, suka mengasingkan diri, cenderung menutup diri. Dalam kaitan dengan hal ini, maka dosen/guru hendaknya merencanakan proses belajar mengajar yang sesuai dengan keadaan dan kepribadian mahasiswa. Belajar mengajar sebagai proses (process), pada hakikatnya mengandung tiga unsur yaitu adanya input (bahan mentah yang akan diolah), process (kegiatan mengolah input) dan output (hasil yang telah diolah). Suatu proses dipandang baik apabila kualitas output lebih baik dari pada input. Input proses belajar mengajar adalah mahasiswa sebelum perkuliahan. Proses belajar mengajar adalah interaksi antara komponen-komponen belajar mengajar yaitu tujuan, bahan, metode dosen, mahasiswa, fasilitas dan penilaian. Output dari proses belajar mengajar yaitu peserta didik (mahasiswa) setelah menerima perkuliahan.
Komunikasi
merupakan suatu yang sangat pokok dalam setiap hubungan orang-orang, begitu
pula dalam suatu organisasi terjadinya komunikasi tentunya ada tujuan yang
ingin dicapai. Hal
sesuai dengan pendapat Maman Ukas mengemukakan tujuan komunikasi sebagai
berikut :
1. Menentapkan dan menyebarkan maksud dari pada suatu usaha
1. Menentapkan dan menyebarkan maksud dari pada suatu usaha
2. Mengembangkan
rencana-rencana untuk mencapai tujuan
3. Mengorganisasikan
sumber-sumber daya manusia dan sumber daya lainnya sepertiefektif dan efisien
4.Memilih, mengembangkan, menilai anggota organisasi
4.Memilih, mengembangkan, menilai anggota organisasi
5. .Memimpin,
mengarahkan, memotivasi dan menciptakan suatu iklim kerja di mana setiap orang
mau memberikan kontribusi.
Dalam
prosesnya bahwa komunikasi merupakan suatu proses sosial untuk mentranmisikan atau
menyampaikan perasaan atau informasi baik yang berupa ide-ide atau
gagasan-gagasan dalam rangka mempengaruhi orang lain. Agar komunikasi berjalan
efektif, komunikator hendaknya mampu mengatur aliran pemberitaan ke tiga arah,
yakni ke bawah, ke atas, ke samping atau mendatar. Bagi setiap orang atau
kelompok dalam organisasi hendaknya mungkin untuk berkomunikasi dengan setiap
orang atau kelompok lain, dan untuk menenrima respon sikap, itu diminta oleh
komuniktor.Menurut Marsetio Donosepoetro mengemukakan bahwa dalam proses komunikasi
ada beberapa ketentuan, antaralain:
1. Karena komunikasi mempunyai suatu maksud, maka suatu messege atau stimulus selalu ditujukan kepada sekumpulan orang tertentu. Ini disebut penerima yang terntetu
2.Komunikator berkeinginan menimbulkan suatu respon kepada penerima yang sesuai dengan maksud yang dibawakan oleh messege atau stimulus tertentu
1. Karena komunikasi mempunyai suatu maksud, maka suatu messege atau stimulus selalu ditujukan kepada sekumpulan orang tertentu. Ini disebut penerima yang terntetu
2.Komunikator berkeinginan menimbulkan suatu respon kepada penerima yang sesuai dengan maksud yang dibawakan oleh messege atau stimulus tertentu
3.Suatu
komunikasi dinyatakan berhasil jika respon yang timbul pada penerima, sesuai
dengan maksud komunikasi.
Dalam
melaksanakan suatu program pendidikan aktivitas menyebarkan, menyampaikan gagasan-gagasan dan
maksud-maksud ke seluruh struktur organisasi sangat penting. Proses komunikasi
dalam menyampaikan suatu tujuan lebih dari pada sekedar menyalurkan
pikiran-pikiran atau gagasan-gagasan dan maksud-maksud secara lisan atau
tertulis. Komunikasi secara lisan pada umumnya lebih mendatangkan hasil dan
pengertian yang jelas dari pada secara tertulis.Demikian pula komunikasi secara
informal dan secara formal mendatangkan hasil yang berbeda pengaruh dan
kejelasannya.
Terjadinya proses komunikasi dalam organisasi atau
lembaga itu bisa terjadi secara formal maupun secara informal, sebagai mana
menurut Oteng Sutisna mengemukan bahwa “Komunikasi formal terjadi, dalam
memilih informasi untuk keperluan pelaporan, penyimpangan biasa dengan mudah
menyelinap. Selanjutnya
biasanya orang ingin mendengar laporan-laporan yang menyenangkan.Akibatnya
ialah sering pemindahan informasi yang diperindah atau dibiaskan.” Dalam
struktur komunikasi harus adanya suatu jaminan informasi dan pikiran-pikiran
akan mengalir bebas ke semua arah yang diperlukan, baik itu ke bawah, ke atas,
dann ke samping.
Satu
saluran komunikasi formal tertentu atau lebih ke dan dari setiap personal atau
anggota adalah perlu.Saluran-saluran itu hendaknya perlu dipahami oleh setiap
anggota.Garis-garis komunikasi hendaknya dibuat sependek dan selangsung
mungkin.Hendaknya mungkin bagi semua anggota untuk bertindak sebagai sumber
komunikasi maupun sebagai penerima.
Selanjutnya
menurut Maman Ukas bahwa “Komunikasi informal adalah komunikasi yang tidak resmi dan
terjadinya pada saat organisasi saling bertukar pikiran, saran ide, atau
informasi secara pribadi”.Komunikasi informal ini tentunya dengan cara melakukan
pendekatan secara kekeluargaan atau hubungan sosial tidak secara formal.
Menurut Oteng Sutisna bahwa “Sistem komunikasi informal menyalurkan informasi
dan pikiran-pikiran penting yang tak terpikirkan orang untuk disalurkan secara
formal, memupuk ikatan dan persahabatan yang membantu bagi hubungan-hubungan
insani yang baik.
”Jika
komunikator menaruh perhatian kepada saluran-saluran komunikasi informal, ia
akan mengetahui kepentingan dan perhatian personil serta sikap mereka terhadap
organisasi dan masalah-masalahnya, lagi pula komunikasi informal itu membawa
kepada putusan-putusan yang dibuat di antara orang-orang pada tahap organisasi
yang sama. Dalam kegiatan suatu organisasi atau lembaga khusunya dalam hal
pengelolaan pendidikan tentunya tidak terlepas dengan komunikasi.
Oleh sebab itu suatu proses pendidikan akan berhasil
apabilla terjadinya suatu proses komunikasi yang baik dan sesuai dengan
harapan, di mana gagasan-gagasan atau ide dibahas dalam suatu musyawarah antara
komunikator dengan komunikan, sehingga terjadi pemahaman tentang informasi atau
segala sesuatu hal menjadi pokok dari pembahasan untuk mengarah pada
kesepakatan dan kesatuan dalam pendapat. Berdasarkan hal tersebut, bahwa tujuan
dari suatu organisasi atau instansi tentunya dapat tercapai secara optimal
apabila proses komunikasinya lancar tanpa adanya suatu hambatan, walaupun ada
hambatan, maka komunikator dan komunikan harus dengan cermat segera mengatasi
permasalahan yang menyebabkan terjadi suatu hambatan, sehingga proses
komunikasi dapat berlangsung.
Dalam prosesnya komunikasi itu terbagai dalam 2 macam komunikasi, yaitu komunikasi aktif dan komunikasi pasif. Komunikasi aktif merupakan suatu proses komunikasi yang berlangsung dengan aktif antara komunikator dengan komunikan, di mana antara keduanya sama-sama aktif berkomunikasi, sehingga terjadi timbal balik di antara keduanya. Sedangkan komunikasi pasif terjadi di mana komunikator menyampaikan informasi atau ide terhadap halayaknya atau komunikan sebagai penerima informasi, akan tetapi komunikan tidak mempunyai kesempatan untuk memberikan respon atau timbal balik dari proses komunikasi.
C. Faktor yang mempengaruhi proses belajar mengajar :
Dalam prosesnya komunikasi itu terbagai dalam 2 macam komunikasi, yaitu komunikasi aktif dan komunikasi pasif. Komunikasi aktif merupakan suatu proses komunikasi yang berlangsung dengan aktif antara komunikator dengan komunikan, di mana antara keduanya sama-sama aktif berkomunikasi, sehingga terjadi timbal balik di antara keduanya. Sedangkan komunikasi pasif terjadi di mana komunikator menyampaikan informasi atau ide terhadap halayaknya atau komunikan sebagai penerima informasi, akan tetapi komunikan tidak mempunyai kesempatan untuk memberikan respon atau timbal balik dari proses komunikasi.
C. Faktor yang mempengaruhi proses belajar mengajar :
1. Faktor
internal
Segala
faktor yang bersumber dari dalam diri mahasiswa, contohnya yaitu kemampuan
mahasiswa, motivasi, perhatian, persepsi, pemrosesan informasi mencakup
(ingatan, lupa dan transfer)
2. Faktor eksternal
2. Faktor eksternal
Segala faktor yang bersumber dari luar diri
mahasiswa, contohnya yaitu kondisi belajar dan pemberian umpan balik.
D. Hakikat dan proses komunikasi :
1. Komunikasi berasal dari kata latin “communicare” yang berarti berpartisipasi atau memberitahukan
2. Komunikasi adalah proses merubah perilaku orang lain.
1. Komunikasi berasal dari kata latin “communicare” yang berarti berpartisipasi atau memberitahukan
2. Komunikasi adalah proses merubah perilaku orang lain.
E. Komunikasi interpersonal dalam
kegiatan proses belajar mengajar
Komunikasi
interpersonal adalah komunikasi yang terjadi antara dosen dengan mahasiswa atau
antara mahasiswa dengan mahasiswa.Keeefektifan komunikasi tersebut tergantung
dari kedua belah pihak, namun, karena dosen yang memegang kendali maka
tanggungjawab terjadinya komunikasi interpersonal yang sehat dan efektif terletak
di tangan dosen.
F. Komponen
keterampilan berkomunikasi interpersonal
Kemampuan untuk mengungkapkan perasaan mahasiswa,
kemampuan ini berkaitan dengan penciptaan iklim yang positif dalam kegiatan
belajar, yang memungkinkan mahasiswa mau mengungkapkan perasaan atau masalah
yang dihadapinya tanpa merasa dipaksa. Kemampuan menjelaskan perasaan yang
diungkapkan mahasiswa. Bila mahasiswa sudah bebas mengungkapkan
perasaan/masalah yang dihadapinya, tugas dosen kini adalah membantu mahasiswa
untuk mengklarifikasi ungkapan perasaan tersebut.
G. Teknik komunikasi dalam proses belajar mengajar
Menurut
Uchyana(1984), teknik komunikasi terdiri atas :
1. Komunikasi informatif (informatif
communication)
2. Suatu pesan yang disampaikan kepada
seseorang atau sejumlah orang tentang hal-hal baru yang diketahuinya
3. Komunikasi persuasif (persuasive
communication)
Proses
mempengaruhi sikap, pandangan atau perilaku seseorang dalam bentuk kegiatan
membujuk, mengajak, sehingga ia melakukan dengan kesadaran sendiri.
4.Komunikasi instruktif/koersif (instructive/coersive
communication)
Komunikasi
yang mengandung ancaman, sangsi dan lain-lain yang bersifat paksaan, sehingga
orang-orang yang dijadikan sasaran melakukan sesuatu secara terpaksa, karena
takut akibatnya.
H. Macam-macam Komunikasi dalam
Pembelajaran
1. Secara
Langsung
Seorang
guru/dosen memberikan pelajaran secara langsung dengan bertatap muka dengan
para siswa dalam suatu ruangan ataupun di luar ruangan dalam konteks
pembelajaran.Seperti yang terjadi di sekitar kita mulai dari sekolah dasar
sampai perguruan tinggi.
2. Secara Tidak Langsung
Guru/dosen
dapat memberikan suatu pembelajaran melalui suatu media tanpa harus bertatap
muka secara langsung dengan siswa.Dan siswapun dapat memperoleh informasi
secara luas melalui media tersebut.Seperti model sekolah jarak jauh yaitu
memanfaatkan media internet sebagai alat untuk pembelajaran.
I. Komunikasi dengan media
Selain
untuk menyajikan pesan, sebenarnya ada beberapa fungsi lain yang dapat
dilakukan oleh media. Namun jarang sekali ditemukan seluruh fungsi tersebut
dipenuhi oleh media komunikasi dalam suatu sistem pembelajaran.Sebaliknya suatu
program media tunggal seringkali dapat mencakup beberapa fungsi sekaligus.
Fungsi-fungsi tersebut antara lain :
1.
Memberikan pengetahuan tentang tujuan belajar
Pada
permulaan pembelajaran, siswa perlu diberi tahu tentang pengetahuan yang akan
diperolehmya atau ketrampilan yang akan dipelajarinya. Kepada siswa harus
dipertunjukkan apa yang diharapkan darinya, apa yang harus dapat ia lakukan
untuk menunjukkan bahwa ia telah menguasai bahan pelajaran dan tingkat
kesulitan yang diharapkan. Untuk pembelajaran khususnya yang menampilkan gerak
dapat mempertunjukkan kinerja (performance) yang harus dipelajari siswa.Dengan
demikian dapat menjadi model perilaku yang diharapkan dapat dipertunjukkannya
pada akhir pembelajaran.
2.
Memotivasi siswa
Salah
satu peran yang umum dari media komunikasi adalah memotivasi siswa.Tanpa
motivasi, sangat mungkin pembelajaran tidak menghasilkan belajar. Usaha untuk memotivasi
siswa seringkali dilakukan dengan menggambarkan sejelas mangkin keadaan di masa
depan, dimana siswa perlu menggunakan pengetahuan yang telah diperolehnya. Jika
siswa menjadi yakin tentang relevansi pembelajaran dengan kebutuhannya di masa
depan, ia akan termotivasi mengikuti pembelajaran. Media yang sesuai untuk
menggambarkan keadaan masa depan adalah media yang dapat menunjukkan sesuatu
atau menceritakan (tell) hal tersebut. Bila teknik bermain peran digunakan
(seperti lawak atau drama), pengalaman yang dirasakan siswa akan lebih kuat.
Film juga seringkali diproduksi dan digunakan untuk tujuan motivasi dengan cara
yang lebih alami.
3.
Menyajikan informasi
Media
seperti film dan televisi dapat digunakan untuk menyajikan informasi. Guru
kelas bebas dari tugas mempersiapkan dan menyajikan pelajaran, ia dapat
menggunakan energinya kepada fungsi-fungsi yang lain seperti merencanakan
kegiatan siswa, mendiagnosa masalah siswa, memberikan konseling secara
individual. Ada tiga jenis variasi penyajian informasi:
a.
Penyajian dasar (basic)
Membawa
siswa kepada pengenalan pertama terhadap materi pembelajaran, kemudian
dilanjutkan dengan diskusi, kegiatan siswa atau review oleh guru kelas
b.
Penyajian pelengkap (supplementary)
Setelah
penyajian dasar dilakukan oleh guru kelas, media digunakan untuk membawa
sumber-sumber tambahan ke dalarn kelas, melakukan apa yang tidak dapat
dilakukan di kelas dengan cara apapun
c.
Penyajian pengayaan (enrichment)
Merupakan
informasi yang tidak merupakan bagian dari tujuan pembelajaran, didiadakan
karena memiliki nilai motivasi dan dapat mencapai perubahan sikap dalam diri
siswa.
4.
Merangsang diskusi
Kegunaan
media untuk merangsang diskusi seringkali disebut sebagai papan loncat, diambil
dari bentuk penyajian yang relatif singkat kepada sekelompok siswa dan
dilanjutkan dengan diskusi.Format media biasanya menyajikan masalah atau
pertanyaan, seringkali melalui drama atau contoh pengalaman manusia yang
spesifik.Penyajian dibiarkan terbuka (open-end), tidak ada penarikan kesimpulan
atau saran pemecahan masalah.Kesimpulan atau jawaban diharapkan muncul dari
siswa sendiri dalam interaksinya dengan pemimpin atau dengan
sesamanya.Penyajian media diharapkan dapat merangsang pemikiran, membuka
masalah, menyajikan latar belakang informasi dan memberikan fokus diskusi.
5. Mengarahkan kegiatan siswa
Pengarahan
kegiatan merupakan penerapan dari metode pembelajaran yang disebut metode
kinerja (performance) atau metode penerapan (application).Penekanan dari metode
ini adalah pada kegiatan melakukan (doing).Media dapat digunakan secara singkat
atau sebentar – sebentar untuk mengajak siswa mulai dan berhenti. Dengan kata
lain program media digunakan untuk mengarahkan siswa dilakukan kegiatan langkah
demi langkah (step-by-step). Penyajian bervariasi, mulai dari pembelajaran
sederhana untuk kegiatan siswa, seperti tugas pekerjaan rumah sampai pengarahan
langkah demi langkah untuk percobaan laboratorium yang kompleks. Permainan
merupakan metode pembelajaran yang sangat disukai khususnya bagi siswa sekolah
menengah, memiliki nilai motivasional yang tinggi, melibatkan siswa lebih baik
daripada metode pembelajaran yang lain.
6.
Menguatkan belajar
Penguatan
seringkali disamakan dengan motivasi, atau digolongkan dalam motivasi.Penguatan
adalah kepuasan yang dihasilkan dari belajar, dimana cenderung meningkatkan
kemungkinan siswa merespon dengan tingkah laku yang diharapkan.Penguatan paling
efektif diberikan beberapa saat setelah respon diberikan.Suatu program media
menyajikan pertanyaan kepada siswa, kemudian siswa menyusun jawabannya atau
memilih dari beberapa kemungkinan jawaban. Setelah siswa menentukan jawabannya,
ia sangat termotivasi untuk segera mengetahui jawaban yang benar. Jika siswa
mengetahui bahwa jawabannya benar, maka ia dikuatkan. Bahkan jika siswa tahu
jawabannya salah, namun jika ditunjukkan seberapa dekat jawabannya mendekati
kebenaran, maka hal tersebut juga merupakan penguatan.Media apapun yang dapat
digunakan untuk menyajikan informasi juga mampu menyajikan pertanyaan dan
merangsang siswa untuk menjawab. Media apapun yang mampu melakukan fungsi ini,
ia juga dirancang untuk memberikan jawaban benar terhadap pertanyaan kognitif,
segera setelah siswa diberi kesempatan menjawab, sehingga dimungkinkan untuk
membandingkan dan memperoleh pengetahuan tentang hasil sesegera mungkin.
Agus Suheri (2006:1) menyebutkan bahwa Lembaga Riset dan Penerbitan Komputer, yaitu Computer Technology Research (CTR) menemukan bahwa ”orang hanya mampu mengingat 20 % dari apa yang dilihat dan 30 % dari yang didengar. Tetapi orang dapat mengingat 50 % dari yang dilihat dan didengar dan 80 % dari yang dilihat, didengar dan dilakukan sekaligus.
Komunikasi
yang jelas dalam sebuah pembelajaran adalah salah satu syarat pembelajaran
dapat berlangsung efektif.Jadi bila kita ingin menjadi guru yang efektif,
marilah kita bersama-sama memperbaiki kemampuan kita berkomunikasi kepada
siswa-siswa kita pada setiap pembelajaran yang kita laksanakan. Ada beberapa
komponen dalam komunikasi pembelajaran yang efektif, yaitu:
1. Penggunaan terminologi yang tepat
2. Presentasi yang sinambung dan runtut
3.Sinyal transisi atau perpindahan topik bahasan
4.Tekanan pada bagian-bagian penting pembelajaran
5.Kesesuaian antara tingkah laku komunikasi verbal dengan tingkah laku komunikasi nonverbal.
2. Presentasi yang sinambung dan runtut
3.Sinyal transisi atau perpindahan topik bahasan
4.Tekanan pada bagian-bagian penting pembelajaran
5.Kesesuaian antara tingkah laku komunikasi verbal dengan tingkah laku komunikasi nonverbal.
BAB III
PENUTUPAN
A.
KESIMPULAN
Komunikasi dalam pembelajaran merupakan proses transformasi
pesan berupa ilmu pengetahuan dan teknologi dari pendidik kepada peserta didik,
dimana peserta didik mampu memahami maksud pesan sesuai dengan tujuan yang
telah ditentukan, sehingga menambah wawasan ilmu pengetahuan dan teknologi
serta menimbulkan perubahan tingkah laku menjadi lebih baik. Pengajar adalah
pihak yang paling bertanggungjawab terhadap berlangsungnya komunikasi yang baik
dalam pembelajaran, sehingga dosen sebagai pengajar dituntut memiliki kemampuan
berkomunikasi yang baik agar menghasilkan proses pembelajaran yang efektif.
Berdasarkan maklumat di atas, seseorang guru sangat perlu menguasai kemahiran komunikasi
agar kawalan didalam kelas dapat dilakukan dengan sempurna dan berkesan yang
mana akan memberikan impak kepada proses pengajaran dan pembelajaran
.Komunikasi mempunyai tujuan, oleh itu, guru itu seharusnya memastikan tujuan
dalam menyampaikan ilmu mata pelajaran itu akan tercapai objektifnyaseperti
yang di rancang dalam buku penulisan pengajaran hariannya.Selain dari itu juga,
guru itu seharusnya bijak dalam memilih waktu dan tempatkomunikasi supaya pesan
yang hendak disampaikan itu lebih jelas, menarik dan muridpula akan mudah
memahami dan berupaya menerima mesej tersebut dengansempurna seterusnya akan
berupaya mempengaruhi minat murid untuk belajar
dan mewujudkan hubungan yang baik.
B.
Saran
Sebaiknya sebagai seorang pelajar/mahasiswa/i kita perlu
mengetahui Penegrtian, fungsi dan ruang lingkup Pembelajaran aqidah akhlaq.
Semoga dengan makalah ini kita bisa lebih mengetahui bagaimana Pengertian
pembelajaran aqidah akhlaq dalam arian luas dan fungsi pembelajaran akhlaq
serta ruang lingkup pembelajaran aqidah akhlaq dan mudah-mudahan ada manfatnya
untuk kita semua. Aamiin ....
.
C. Rekomendasi
Berdasarkan uraian isi makalah yang
berjudul “KOMUNIKASI PEMBELAJARAN” maka dipandang perlu adanya perhatian dari
seluruh stage horder (pihak-pihak yang berhubungan) ikut serta memperhatikan
berbagai hal yang berhubungan dengan dunia pendidikan Khususnya dalam
berkomunikasi antar pendidik dan anak didik
untuk terus membangun motivasi dan upaya menggapai hasil pendidikan yang
lebih baik. Oleh karena itu perlu disampaikan dalam bentuk rekomendasi yang
ditujukan kepada :
1.
Pihak terkait mana
saja dalam makalah :
a.
Lembaga Yayasan STAI-AL MUSADDADIYAH
b.
Dosen beserta jajarannya
2.
Pendidikan Non-Formal
3.
Guru manapun yang cinta pendidikan
DAFTAR PUSTAKA
Arismunandar,
Wiranto. (2003). Komunikasi dalam Pendidikan. Departemen Teknik Mesin ITB.
Bandung.Gafur, Abdul. (2006). Handout Kuliah Landasan Teknologi Pendidikan. PPs
UNY. YogyakartaLestari G, Endang dan Maliki, MA. (2003). Komunikasi yang
Efektif. Lembaga Administrasi Negara. Jakarta.Miarso, Yusufhadi. (1986).
Definisi Teknologi Pendidikan. Rajawali. JakartaPratikno, R. (1987). Berbagai
Aspek Ilmu Komunikasi. Remadja Karya. BandungSardiman AM. (2005). Interaksi dan
Motivasi Belajar Mengajar. Rajawali Press. Jakarta.Wardani, IGAK. (2005).
Dasar-Dasar Komunikasi dan Keterampilan Dasar Mengajar. PAU-DIKTI DIKNAS.
Jakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar