KATA PENGANTAR
Puji syukur kita ucapkan kepada Allah SWT, karena rahmat dan
hidayahnya, penyusun dapat menyelesaikan makalah ini tentang “Media Pembelajaran
Individual “
Adapun tujuan dari makalah ini secara khusus ditunjukan bagi
para pembaca yang ingin mengetahui apa sebenarnya yang di jelaskan dalam media
dan teknologi pemebelajaran
Penyusun telah berupaya untuk menyelesaikan makalah ini dengan
baik, namun apabila terdapat kekurangan dalam penyusunan maupun isi, maka dari
itu penyusun mohon kritikan dan saran yang konstruktif dari pembaca sehingga
apa yang diharapkan dapat terpenuhi dengan baik
Garut, Januari 2017
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .............................................................................................i
DAFTAR
ISI...........................................................................................................ii
BAB I
PENDAHULUAN......................................................................................
A.
LatarBelakangMasalah
...................................................................................... 1
B.
Rumusan Masalah .............................................................................................
3
C.
Tujuan Penulisan
...............................................................................................
3
D.
Manfaat Penulisan
.............................................................................................
3
E.
Sistematika Penulisan
........................................................................................
4
BAB II PEMBAHASAN .......................................................................................
6
A.
Pengertian media pengajaran
individual ……………………………………….. 6
B.
penggunaan pengajaran
individual……………………………………………... 7
C. Hal – hal yang harus diperhatikan dalam pengajaran individual ……………...
8
D. Model dan metode pengajaran individual ……………………………………... 10
E.
cara – cara pengajaran
individual ……………………………………………... 11
F.
Faktor – Faktor yang
mempengaruhi tipe pengajaraan individual……………..12
BAB III PENUTUP
...............................................................................................
A.
Kesimpulan
....................................................................................................
14
B.
Saran
...............................................................................................................
16
C.
Rekomendasi
..................................................................................................
16
DAPTAR PUSTAKA ..........................................................................................
16
BAB I
Peningkatan
kualitas sumber daya manusia diIndonesia terus diupayakan dan dikembangkan
seiring dengan perkembangan jaman yang semakin global. Peningkatan sumber daya
manusia ini juga berpengaruh terhadap dunia pendidikan. Pendidikan yang
merupakan ujung tombak dalam pengembangan sumber daya manusia harus bisa
berperanaktif dalam meningkatkan kualitas dan juga kuantitas. Upaya
pengembangan pendidikan tersebut harus sesuai dengan proses pengajaran yang
tepat agar anak didik dapat menerima pelajaran dengan baik. Proses pengajaranakan
lebih hidup dan menjalin kerja sama diantara siswa, maka proses pembelajaran
dengan para digmalama harus diubah dengan para digmabaru yang dapat
meningkatkan kreativitas siswa dalam berpikir, arah pembelajaran yang lebih
kompleks tidak hanya satu arah sehingga proses belajar mengajarakan dapat
meningkatkan kerja sama diantara siswa dengan guru dan siswa dengan siswa, maka
dengan demikian siswa yang kurang akan dibantu oleh siswa yang lebih pintar
sehingga proses pembelajaran lebih hidup dan hasilnya lebih baik.
Dalam
kegiatan pembelajaran tidak terlepas dari berbagai variabel pokok yang saling
berkaitan yaitu kurikulum, guru/pendidik, pembelajaran, peserta. Dimana semua
komponen ini bertujuan untuk kepentingan peserta. Berdasarkan hal tersebut pendidik
di tuntut harus mampu menggunakan berbagai pendekatan pembelajaran agar peserta
didik dapat melakukan kegiatan belajar dengan menyenangkan. Hal ini dilatar
belakangi bahwa peserta didik bukan hanya sebagai objek tetapi juga merupakan
subjek dalam pembelajaran. Peserta didik harusdi siapkan sejak awal untuk mampu
bersosialisasi dengan lingkungannya sehingga berbagai jenis pendekatan
pembelajaran yang dapat digunakan oleh pendidik.
Berdasarkan
pandangan di atas , maka permasalahan yang muncul adalah bagaimana upaya guru
untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan penedekatan yang tepat .Salah
satu solusinya yaitu dengan mengembangkan suatu pendekatan pembelajaran yang
membuat siswa lebih senang dan lebih termotivasi untuk belajar.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian media pengajaran individual ?
2. Bagaimana penggunaan pengajaran individual ?
3. Hal – hal yang harus diperhatikan dalam pengajaran individual ?
4. Bagaimana Model dan metode pengajaran individual ?
5. Bagaimana cara – cara pengajaran individual ?
6. Apa saja Faktor – Faktor yang mempengaruhi tipe pengajaraan
individual ?
C. Tujuan Pembuatan Makalah
1. Untuk mengetahui pengertian media pengajaran individual
2. Untuk mengetahui penggunaan pengajaran individual .
3. untuk mengetahui Hal – hal yang harus diperhatikan dalam
pengajaran individual.
4. untuk mengetahui Model dan metode pengajaran individual .
5. Untuk mengetahui cara – cara pengajaran individual .
6. Untuk mengetahui Faktor – Faktor yang mempengaruhi tipe
pengajaraan individual
D.
Manfaat Penulisan
Adapun manfaatnya sebagai
berikut:
1.
Sebagai pengetahuan yang baru, baik bagi pembaca atau penulis;
2.
Sebagai pelatihan dalam pembelajaran dalam menganalisa
Komunikasi Pembelajaran, serta
3.
Sebagai pertanggung jawaban terhadap tugas yang diberikan.
E.Sistematika Penulisan
Penulisan makalah yang
berjudul“ media pengajaran individual ”.Terdiri
dari:
BAB I PENDAHULUAN, yang meliputi: Latar Belakang Masalah,
Perumusan Masalah, Tujuan Penulisan, Manfaat Penulisan, dan Sistematika
Penulisan.
BAB II PEMBAHASAN, yang
meliputi: 1. pengertian media pengajaran individual 2. penggunaan pengajaran
individual .3. Hal –hal yang harus diperhatikan dalam pengajaran individual.4. Model
dan metode pengajaran individual 5. cara – cara pengajaran individual 6.Faktor
– Faktor yang mempengaruhi tipe pengajaraan individual. BAB III PENUTUP, yang
meliputi: Kesimpulan, Saran, dan Rekomendasi ,DAFTAR PUSTAKA.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Media Pengajaran Individual
Media telah dikenal sebagai
alat bantu mengajar baik pada jenjang persekolahan maupun diklat yang
seharusnya dimanfaatkan oleh guru atau instruktur, namun seringkali terabaikan.
Tidak dimanfaatkannya media dalam proses pembelajaran dan pelatihan, pada
umumnya disebabkan oleh berbagai alasan, seperti waktu persiapan mengajar
terbatas, sulit mencari media yang tepat, biaya yang tidak tersedia, atau
alasan lain. Hal tersebut sebenarnya tidak perlu muncul apabila pengetahuan
akan ragam media, karakteristik, serta kemampuan masing-masing diketahui oleh
para instruktur. Media sebagai alat bantu mengajar, berkembang sedemikian
pesatnya sesuai dengan kemajuan teknologi.
Istilah
“Pengajarn Individual” atau Pengajaran Perseorangan” merupakan suatu strategi
untuk mengatur kegiatan belajar mengajar sedemikian rupa sehingga setiap siswa
memperoleh perhatian lebih banyak dari pada yang dapat diberikan dalam rangka
pengelolaan kegiatan belajar mengajar dalam kelompok siswa yang besar. Menrut
duane (1973) pengajaran individual merupakan suatu cara pengaturan program
belajar dalam setiap mata pelajaran, disusun dalam suatu cara tertentu yang
disediakan bagi tiap siswa agar dapat memacu kecepatan belajarnya dibawa
bimbingan guru.
B. penggunaan pengajaran Individual
Pengajaran individual yaitu suatu pengajaran dimana :
Memberikan kesempatan kepada siswa kapan,mengenai apa ia belajar,ia
mengatur waktu,tempat,dan materi yang akan dipelajarinya.Siswa belajar
sesuai dengan kecepatannya masing-masing; yang pandai belajar lebih cepat dan
sebaliknya yang lambat belajar tenang sesuai dengan kecepatannya tanpa
terseret-seret oleh siswa yang lebih pandai.Mereka yang belajarnya lebih cepat
dapat menyelesaikan program SD dan SL-nya lebih cepat dari biasanya misalnya 8
tahun.Sedangkan yang belajarnya lebih lambat biarlah menyelesaikan program yang
sama itu lebih lambat dari biasanya,misalnya 15 tahun.Siswa dapat memilih
sendiri urutan unit-unit topik-topik pokok yang dipelajari dan tidak usah
mengikuti jalur kesenangan guru.
Siswa belajar secara tuntas,maksudnya siswa menempuh
ulangan bilamana ia sudah merasa siap untuk itu dan memperbaikinya sampai
penguasaanya memenuhi syarat minimum . Setiap unit yang dipelajarinya memuat
tujuan instruksional khusus yang jelas dan kemampuan siswa pada akhir kegiatan
itu diukur berdasarkan kepada tujuan instruksional khusus itu. Keberhasilan
siswa diukur berdasarkan system nilai mutlak (criterion-referenced)bukan system
nilai nilai relative(norm-referenced).Guru bertindak sebagai pembimbing atau
fasilitator belajar siswa bukan sebagai penilai.Guru membantu bila siswa
memerlukannya.
Lebih banyak media pendidikan (multi media )
dipergunakan,seperti : film,slaids,piringan hitam,model,pita suara,pita pandang
dengar (video tape),dan sebagainya.Hasil test tidak pakai sebagai
penentu apakah ia lulus atau tidak,tetapi lebih bersifat sebagai pengecek
kemampuan siswa.Setiap tujuan instruksionalnya khusus yang belum dicapai siswa
didiskusikan dengan gurunya.
C.
Hal – hal yang harus diperhatikan dalam pengajaran individual
Adanya perbedaan individual menunjukkan adanya
perbedaan kondisi belajar setiap orang, agar individual dapat berkembang secara
optimal dalam proses belajar diperlukan orientasi yang paralel dengan kondisi
yang dimilinya dituntut penghargaan akan individualitas. Dalam pengajaran
beberapa perbedaan yang harus diperhatikan, yakni:
1. Perbedaan umur
2. Perbedaan intelegensi
3. Perbedaan kesanggupan dan kecepatan
4. Perbbedaan jenis kelamin
Perbedaan individual tersebut harus mendapat perhatian
guru agar berhasil dalam pemberian pembelajaran kepada siswa. Untuk mengetahui
itu guru harus mengenal perbedaan yang ada pada siswa, antara lain dengan cara:
1. Tes
2. Mengunjungi rumah prang tua siswa
3. Sosiogram
4. Case study
D. Model dan Metode Pengajaran
individual
·
Model Pengajaran
Pada dasarnya merupakan bentuk pembelanjaran yang
tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan
kata lain, model pembelajaran merupakan
bungkus atau binhkai dari penerapan suatu pendekatan, metode dan teknik
pembelajaran 4 kelompok model pembelajaran yaitu :
1.
Model interaksi sosial
Pembelajaran yang berinteraksi langsung antara guru
dan siswanya.
2.
Model pengolahan
informasi
Mengolah informasi yang akan di
sampaikan kepada siswanya dan mengolah pelajaran yang akan disampaikan kepada
siswanya, mana yang baik ataupun yang kurang baik bagi siswa.
c. Model Personal
Pembelajaran yang langsung kepada
siswanya secara perorangan.
d. Model modifikasi tingkah laku
Setiap melakukan pembelajaran sebaiknya
selalu mengganti suasa agar siswa tidak cepat bosan terhadap pelajaran yang
akan diajarkan.
·
Metode yang digunakan dalam pengajaran Individual :
a.
Metode
Tanya Jawab
Untuk mencipatakan kehidupan interaksi belajar mengajar perlu guru
menimbulkan metode Tanya jawab atau dialaog, ialah suatu metode untuk memberi
motivasi pada siswa agar bangkit pemikirannya untuk bertanya selama mendengar
pelajaran .
Metode Tanya jawab ialah suatu cara penyajian bahan pelajaran
melalui bentuk pertanyaan yang perlu dijawab oleh anak didik. Dengan metode
ini, antara lain dapat dikembangakan keterampilaan mengamati,
menginterprestasi, mengklasifikasi, membuat kesimpulan dan menerapkan.
Penggunaan metode Tanya jawab bermaksud memotivasi anak didik
untuk bertanya selama proses belajar mengajar. Metode Tanya jawab mempunyai
tujuan agar siswa dapat mengerti atau mengingat ingat tentang apa yang
dipelajari.
1. Metode Tanya jawab ini layak dipakai bila dilakukan :
a.
sebagai pengulang pelajaran yang telah lalu
b.
sebagai selingan dalam menjelaskan pelajaran
c.
Untuk merangsang siswa agar perhatian mereka
terpusat pada masalah.
2.
Metode Tugas
Metode tugas adalah metode penyajian bahan dimana guru memberikan
tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar. Masalah tugas yang
dilaksanakan oleh siswa dapat dilakukan didalam kelas, dihalaman sekolah, dan
diperpustaan ataupun dirumah asalkan tugas itu dapat dikerjakan.
Metode ini diberikan karena dirasakan bahan pelajaran yang terlalu
banyak sementara waktu sedikit. Tugas biasanya bisa dilaksanakan dirumah,
disekolah, dan diperpustakaan. Tugas bisa merangsang anak untuk aktif belajar,
baik secara individuala ataupun kelompok.
3.
Metode Latihan
Metode latihan yang disebut juga metode training merupakan suatu
cara mengajar yang baik untuk menanamkan kebiasaan–kebiasaan tertentu, juga
sebagai sarana untuk memelihara kebiasaan-kebiasaan yang baik. Sebagai suatu
metode yang diakui banyak mempunyai kelebihan, juga tidak disangkal bahwa
metode latihan mempunyai beberapa kelemahan. Maka dari itu guru yang ingin
mempergunakan metode latihan ini kiranya tidak salah bila memahami metode ini.
4.
Metode Pembiasaan
Secara Etimologi pembiasaan asal katanya adalah “biasa”. Dalam
kamus besar bahasa Indonesia kata “biasa” adalah, lazim dan umum, dalam
kaitannya dengan metode pengajaran dalam pendidikan Islam, dapat dikatakan
bahwa pembiasaan adalah sebuah cara yang dapat dilakukan untuk pembiasaan anak
didik berfikir, bersikap dan bertindak sesuai dengan tuntunan ajaran agama
Islam.
Pembiasaan dinilai sangat efektif jika pada penerapannya dilakukan
terhadap peserta didik yang berusia anak-anak kecil dari usia 3 – 11 tahun,
karena anak seusianya memiliki rekaman ingatan yang sangat kuat dan kondisi
kepribadiannay yang belum matang sehingga mereka mudah terlarut dalam
kebiasaan-kebiasaan yang mereka lakukan sehari – hari. Tetapi bukan tidak
mungkin bila metode pemhajaran pembiasaan ini diterapkan pada tingkat awal
remaja dan remaja.
5.
Metode Keteladanan
Keteladanan dalam bahasa arab di sebut uswah, iswah, atau qudwah,
qidwah yang berarti perilaku baik yang dapar ditiru oleh orang lain (anak
didik). Metode keteladanan memiliki peranan yang sangat signifikan dalam upaya
pencapaian keberhasilan pendidikan.
Teknik yang digunakan dalam pembelajaran individual adalah teknik
bertanya dan memberi motivasi, menimbulkan rasa keinginan tahuan seorang
siswa.Sedangkan pendekatan yang tepat dalam pembelajaran individual adalah
pendekatan konstruksivisme, pendekatan masalah, dan realistik
E. Cara –Cara Pengajaran Individual
1.
Rencana Studi Mandiri ( Independent Study Plans)
Guru dan siswa bersama-sama mengadakan perjanjianmengenai materi
pelajaran yang akan dipelajari dan apa tujuannya. Para siswa mengatur belajarya
sendiri dan diberikan kesempatan untk berkonsultasi secara berkala kepada guru
untukmemperoleh pengarahan atau bantuan dalam menghadapi tes dan menyelesaikan
tugas-tugas perseorangan.
2.
Studi yang Dikelola Sendiri
Siswa diberi sejumlah daftar tujuan yang harus dicapai serta
materi pelajaran yang harus dipelajari untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan, dilengkapi dengan daftar kepustakaan. Pada waktu-waktu tertentu
siswa menempuh tes dan dinyatakan lulus apabila telah memenuhi kriteria yang
ditetapkan.
3.
Program Belajar yang berpusat pada Siswa (Learner Centered Program)
Dalam batas -batas tertentu siswa diperbolehkan menentukan
sendiri materi yang akan dipelajari dan dalam urutan yang bagaimana. Setelah
siswa menguasai kemampuan-kemampuan pokok dan esensial, maereka diberi
kesempatan untuk belajar program pengayaan.
4.
Belajar Menurut Kecepatan Sendiri (Self-Pacing)
Siswa mempelajari materi pelajaran tertentu untuk mencapai
tujuan pembelajaran khusus yang telah ditetakan oleh guru. Sema siswa arus
mencapai tujuan pembelajaran khusus yang sama, namn mereka mengatur sendiri
laju kemajuan belajarnya daam mempelajari materi pelajaran tersebut.
5.
Pembelajaran yang ditentukan oleh siswa
sendiri (Sstudent Determined Intruction)
Pengaturan pembelajaran tersebut menyangkut: penentuan tujuan
pembelajaran (umum dan khusus), pilihan media pembelajaran dan nara
suumber, penentuan alokasi waktu untukmempelajari berbagai
topik,penentuan laju kemajuan sendiri, mengevaluasi sendiri pencapain tujuan
pembelajaran, dan kebebasan untuk memprioritaskan materi pelajaran tertentu.
6.
Pembelajaran Sesuai Diri (Individual Intruction)
Strategi pembelajaran ini mencakup enam unsur dasar, yaitu, a)
kerangka waktu yang luwes; b) adanya tes diagnostik yang diikuti pembelajaran
perbaikan (memperbaiki keselahan yang dibuat siswa atau memberi kesempatan kepada
isiwa untuk ;melangkah bagian materi pelajaran yang telah dikuasainya; c)
pemberian kesempatan kepada kesempatan kepada siswa untuk memilih bahan belajar
yang sesuai; d) penilain kemajuan belajar siswa dengan menggunakan
bentuk-bentuk penilaian yang dapat dipilih dan penyediaan waktu mengerjakan
yang luwes; e) pemilihan lokasi belajar yang bebas; dan f) adanya bentuk-bentuk
kegiatan belajar bervariasi yang dapat dipilih.
7.
Pembelajaran Perseorangan Tertuntun (Indivully Pescribed Instruction)
Sistem pembelajaran ini didasarkan pada prinsip-prinsip
pembelajaran terprogram. Setiap siswa diarahkan pada program belajar
masing-masing berdasarkan rencana kegiatan belajar yang telah disiapkan oleh
guru atau guru bersama siswa berdasrkan tujuan pembelajaran yang telah
ditetapkan dan dirumuskan secara operasional. Rencana kegiatan ini berkaitan
dengan materi pelajaran yang harus dipelajari atau kegiatan yang harus
dilakukan siswa.
F. Faktor – Faktor yang mempengaruhi tipe pengajaraan individual
Faktor
– faktor yang mempengaruhi tipe pengajaran individual, yaitu:
a.
Staf pengajar
Staf pengajar berpengaruh dalam
pengajaran individual pada siswa,diman apengajar berfunsi sebagai pengarah dan
motivator dalam proses belajar siswa.
b. Persoalan Penjadwalan
Sistem penjadwalan dalam pengajaran
sangat berpengaruh dalam pengajaran,dimana terkadang siswa perlu diberikan
kesempatan untuk menentukan sendiri kapan,tentang apa,dan dimana ia belajar.
c. Kondisi Ruangan
Kondisi ruangan merupakan factor pendukung dalam
pengajaran,dimana kondisi ruangan perlu diperhatikan agar siswa nyaman dalam
proses belajar.
d. Tujuan Pengajaran
Tentunya tujuan pengajaran sangat
diperlukan agar proses pembelajaran terarah bagi siswa,dan demi tercapainya
tujuan pengajaran siswa harus melalui tahap-tahap yang disesuaikan dengan
kebutuhan siswa tersebut.
e. Perencanaan Keller
Perencanaan Keller terdiri atas sebuah
buku teks standard an sejumlah pedoman tertulis untuk belajar yang dimana
pedoman tersebut berisi tujuan instruksional tentang unit yang dipelajari dan
bertindak sebgai penghubung antara buku teks (materi buku) dengan
pertanyaan-pertanyaan.Tipe ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk memilih
urutan (jalur) unit-unit yang dipelajarinya dengan kata lain yaitu Bebas
Terpimpin.
Tipe ini memberikan keleluasaan kepada
siswa untuk belajar sesuai dengan kecepatan dan siswa dapat meminta soal tes
dari bagian administrasi bila ia sudah siap untuk menempuhnya dan bila hasil
ulangannya tidak memuaskan ia dapat mengulangnya dengan soal tes yang ekuivalen
(remedial)sampai ia boleh pindah ke unit lain.
f. Pengajaran Mini
Pelajaran mini atau “minicourse” atau AT
(Audio Tutorial) mulai dikembangkan sekitar tahun 1961 oleh Samuel
N.Postlet hwait dalam pelajaran botani di Universitas Purdue,di Indiana,Amerika
Serikat.Tipe ini terutama dipergunakan untuk ilmu pengetahuan alam praktis
seperti geologi atau biologi.Pelajaran mini umunya berupa paket-paket kecil
dengan media banyak,yang terdiri atas petunjuk untuk belajar yang berisi tujuan
instruksional khusus,rekaman komentar(penjelasan), slaids, film, model,
kaset,dan lain-lain.
Dalam pelajaran mini siswa tidak belajar
sesuai dengan kecepatannya,ia (terutama yang lemah)tidak dapat belajar
semaunya,ia harus lebih disiplin terhadap waktu yang telah diatur.Pad setiap
unit siswa belajar dibantu oleh gurunya,baik secara individual maupun
kelompok;ada diskusi.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
o pengertian media
pengajaran individual
“Media Pengajarn Individual atau Media Pengajaran Perseorangan” merupakan
suatu strategi untuk mengatur kegiatan
belajar mengajar sedemikian rupa sehingga setiap siswa memperoleh perhatian
lebih banyak dari pada yang dapat diberikan dalam rangka pengelolaan kegiatan
belajar mengajar dalam kelompok siswa yang besar.
o Untuk mengetahui
penggunaan pengajaran individual .
Pengajaran
individual yaitu suatu pengajaran dimana : Memberikan kesempatan kepada siswa
kapan,mengenai apa ia belajar,ia mengatur waktu,tempat,dan materi yang
akan dipelajarinya.Siswa belajar sesuai dengan kecepatannya masing-masing; yang
pandai belajar lebih cepat dan sebaliknya yang lambat belajar tenang sesuai
dengan kecepatannya tanpa terseret-seret oleh siswa yang lebih pandai
o Hal – hal yang harus diperhatikan dalam pengajaran individual.
Perbedaan
umur,
Perbedaan intelegensi,
Perbedaan kesanggupan
dan kecepatan, Perbbedaan jenis kelamin.
o untuk mengetahui Model dan metode pengajaran individual .
Metode Tanya jawab,metode latihan, metode pembiasaan , metode keteladanan,
o Untuk mengetahui cara –
cara pengajaran individual .
Rencana Studi Mandiri ( Independent Study Plans)Studi yang
dikelola sendiri , Program Belajar yang berpusat pada Siswa (Learner Centered Program) ,belajar menurut kecepatan sendiri , Pembelajaran Perseorangan
Tertuntun (Indivully Pescribed
Instruction
o Faktor – Faktor yang mempengaruhi tipe pengajaraan individual:
Staf pengajar , kondisi ruangan ,tujuan pengajaran , Persoalan Penjadwalan , Perencanaan
Keller, pengajaran mini .
DAFTAR PUSTAKA
Anonim.2009.”Pengajaran
Individual”(online),
http://yeniseriayumega.wordpress.com /2009/11/13/pengajaran-individual/,diakses tanggal 24 Maret 2014)
Anonim.2010.”Pengajaran Individual”(online),(http://celotehaja.wordpress.com
/2010/02/20/
pengajaran-individual/,diakses tanggal 24 Maret 2014)
Aulia, M. Iqbal.2011.”Makalah
Pembelajaran Individual”(online), ( http://au7ia.blogspot.com
/2012/11/makalah-pembelajaran-individual.html, diakses tanggal 24 Maret 2014)
Noflena, Maria.2012.”Pengajaran Individual dan
Klasikal”(online),( http://marianoflena.
blogspot.com/2012/01/pengajaran-individual-dan-klasikal.html, diakses tanggal 24 Maret 2014)
http://aliphimath.blogspot.co.id/2014/04/pengajaran-individual-dan-klasikal.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar